Media90 – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Bambang Budi Wiranto, Ph.D., mengingatkan pentingnya internalisasi motto kampus Insan Ber-ISI (Intellectuality, Spirituality, dan Integrity) dalam kehidupan mahasiswa.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Seleksi Tertulis dan Wawancara Duta Kampus, yang berlangsung di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Peran Mahasiswa sebagai Representasi Kampus yang Intelektual, Spiritual, dan Berintegritas.”
Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa mahasiswa yang terpilih sebagai duta kampus tidak hanya berperan sebagai representasi institusi, tetapi juga memikul tanggung jawab yang lebih luas. Menurutnya, peran mahasiswa tidak hanya sebatas transfer of knowledge, tetapi juga mencakup transfer nilai moral, karakter, dan sikap.
“Bagi mahasiswa UIN RIL, kita harus menjadi insan ber-ISI, yaitu memiliki intellectuality, spirituality, dan integrity. Ini harus diinternalisasikan dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjadi duta kampus bukan sekadar gelar, melainkan bagian dari proses pembelajaran sepanjang hayat yang membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa.
Di tengah perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi, Bambang mengingatkan agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Silakan memanfaatkan AI, tetapi hanya untuk menunjang. Kita sebagai agent of change harus mampu menciptakan perubahan dan membangun legacy kita sendiri,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga integritas di tengah maraknya praktik plagiarisme di dunia akademik. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memikirkan kontribusi nyata yang dapat diwariskan di masa depan sebagai bagian dari legacy.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, Bambang mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan membawa dampak berkelanjutan, termasuk bagi orang lain yang mengikuti kebaikan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya social and emotional learning sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Selamat berkompetisi, tunjukkan bahwa kalian adalah yang terbaik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Tim Humas dan Kerja Sama UIN RIL, Novrizal Fahmi, menjelaskan bahwa pada tahap seleksi ini peserta akan disaring menjadi 50 orang. Ia mengingatkan agar peserta yang lolos tidak bersikap jumawa, dan yang belum berhasil tidak berkecil hati.
“Kalian tetap mahasiswa terbaik UIN RIL. Ketika sudah memutuskan mendaftar, berarti sudah berkomitmen menjadi representasi kampus dan berbuat terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, duta kampus merupakan agen informasi sekaligus garda terdepan dalam branding dan promosi kampus, sehingga seluruh peserta diharapkan tetap menjaga nama baik institusi.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana Ahmad Rifai menyampaikan bahwa terdapat 150 pendaftar Duta Kampus. Setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 100 peserta lolos ke tahap seleksi tertulis dan wawancara. Selanjutnya, 50 peserta akan mengikuti tahap motion challenge, sebelum disaring menjadi 20 peserta untuk mengikuti karantina.
Ia menegaskan bahwa duta kampus bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk menjaga nama baik kampus, sehingga diperlukan komitmen kuat dari setiap peserta.
Adapun proses seleksi wawancara melibatkan sejumlah dosen Psikologi Islam dan Duta Raden Intan sebagai bagian dari penilaian.














