Media90 – MIND ID menayangkan perdana film dokumenter The MINDJourney sebagai bagian dari upaya memperlihatkan proses penciptaan nilai tambah mineral secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, serta dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Film ini menjadi medium visual yang merekam perjalanan pengelolaan sumber daya mineral dari tahap prapenambangan, operasional penambangan, hingga pascatambang yang dijalankan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan narasi yang lebih dekat dengan publik, dokumenter ini menghadirkan keterhubungan antara proses industri, hilirisasi, keberlanjutan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di sekitar wilayah operasi.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa film ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integrasi Grup MIND ID sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
“Melalui film ini, kami ingin menghadirkan satu media yang dapat memperlihatkan bagaimana seluruh anggota holding bekerja dalam satu payung yang sama. Kami ingin membangun pemahaman bersama mengenai praktik pertambangan yang dijalankan dengan prinsip good mining practice mulai dari perencanaan, operasional, hingga pascatambang,” ujarnya dalam acara Silaturahmi Grup MIND ID, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, film ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih berimbang terhadap industri pertambangan yang selama ini kerap mendapat stigma negatif.
“Memang kegiatan pertambangan mengubah permukaan, namun jika dijalankan dengan kaidah yang benar, pengelolaan tambang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, film ini juga menyoroti pentingnya hilirisasi untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia memberikan nilai tambah optimal di dalam negeri. Selama ini, sebagian komoditas mineral masih diekspor tanpa pengolahan maksimal sehingga nilai ekonominya dinikmati di luar negeri.
Sebagai contoh, melalui rantai terintegrasi pengolahan bauksit–alumina–aluminium yang dikembangkan Grup MIND ID, terjadi peningkatan nilai tambah signifikan, dari sekitar 40 dolar AS per ton bijih bauksit mentah menjadi sekitar 400 dolar AS per ton alumina, hingga mencapai 2.800–3.000 dolar AS per ton aluminium.
Nilai tersebut bahkan dapat meningkat lebih tinggi ketika aluminium diolah menjadi produk industri lanjutan seperti rangka baterai, badan kendaraan listrik, hingga komponen berteknologi tinggi.
Dampak hilirisasi ini tidak hanya memperkuat daya saing industri nasional, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan UMK, serta peningkatan kontribusi terhadap penerimaan negara.
Lebih lanjut, Maroef menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral yang terintegrasi dan bertanggung jawab menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Kekayaan sumber daya mineral Indonesia harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Produser dan sutradara film, Ari Sihasale, mengungkapkan bahwa dokumenter ini dibuat berdasarkan pengalaman langsung tim selama melakukan peliputan di berbagai wilayah operasi pertambangan.
“Ini pertama kalinya kami membuat dokumenter tentang pertambangan. Awalnya kami hanya mengetahui dari media sosial yang sering menampilkan sisi negatif. Namun ketika turun langsung ke lapangan, kami melihat banyak hal yang membuka perspektif baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses produksi dilakukan melalui perjalanan panjang selama lebih dari 50 hari dengan mengunjungi berbagai lokasi operasi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar tambang.
“Kami bertemu langsung dengan masyarakat yang merasakan manfaat nyata, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan UMKM. Sisi kemanusiaan inilah yang ingin kami angkat,” tambahnya.
Melalui film The MINDJourney, MIND ID berharap dapat menghadirkan media edukasi yang mampu memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat mengenai peran industri pertambangan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Dokumenter ini bukan sekadar tontonan, tetapi diharapkan dapat membuka perspektif bahwa pertambangan yang dikelola secara bertanggung jawab dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas,” pungkas Ari.














