INTERNASIONAL

7 Ilmuwan Nuklir Iran Tewas dalam Serangan Israel, Berikut Daftar dan Perannya

0
×

7 Ilmuwan Nuklir Iran Tewas dalam Serangan Israel, Berikut Daftar dan Perannya

Sebarkan artikel ini
7 Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diserang Israel, Berikut Daftar Namanya
7 Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diserang Israel, Berikut Daftar Namanya

Media90 – Ketegangan antara Israel dan Iran terus mewarnai dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Selain konfrontasi secara terbuka, perseteruan kedua negara juga melibatkan operasi intelijen jangka panjang yang menargetkan sektor-sektor strategis, termasuk program nuklir Teheran.

Strategi Israel untuk menghambat kemajuan program nuklir Iran tidak hanya berfokus pada sabotase infrastruktur fisik. Intelijen Israel juga disebut menargetkan sumber daya manusia yang berada di balik pengembangan teknologi tersebut, yakni para ilmuwan dan akademisi yang terlibat dalam riset nuklir.

Sejumlah laporan menyebut ada tujuh ilmuwan dan tokoh strategis dalam program nuklir Iran yang tewas akibat operasi dan serangan yang dikaitkan dengan Israel. Sebagian besar korban dilaporkan tewas dalam gelombang serangan pada pertengahan 2025. Berikut daftar tokoh tersebut:

1. Fereydoon Abbasi-Davani

Fereydoon Abbasi-Davani dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam pengembangan nuklir Iran. Ia merupakan insinyur nuklir, anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), serta pernah menjabat sebagai Kepala Atomic Energy Organization of Iran (AEOI) pada periode 2011–2013.

Baca Juga:  Guru Besar Pertanian Universitas Lampung, Irwan Sukri Banuwa, Wafat di Usia 63: Ilmuwan Kreatif yang Menggemari Moge

Abbasi dilaporkan tewas dalam serangan udara pada 13 Juni 2025. Sebelumnya, ia pernah selamat dari upaya pembunuhan pada tahun 2010. Pada 2012, ia sempat menyatakan bahwa Iran pernah memberikan informasi tidak akurat kepada International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai strategi melindungi program nuklir dari pemantauan asing.

2. Saeed Borji

Saeed Borji merupakan fisikawan dan insinyur nuklir yang bernaung di Shahid Beheshti University. Ia memiliki fokus riset pada sistem persenjataan dan bahan peledak.

Borji juga disebut pernah menjadi penasihat di lingkaran Organization of Defensive Innovation and Research (SPND). Karena perannya yang dianggap penting, namanya masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat sejak 2019. Ia dilaporkan tewas di kawasan Absard pada 13 Juni 2025.

Baca Juga:  Inovasi Terbaru: Peneliti China Menghadirkan Format Disk Optik Berkapasitas Luar Biasa Hingga 125TB

3. Ahmadreza Zolfaghari Daryani

Ahmadreza Zolfaghari Daryani menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Nuklir di Shahid Beheshti University. Ia memiliki keahlian di bidang fisika reaktor dan siklus bahan bakar nuklir.

Perannya sebagai akademisi menjadikannya salah satu tokoh penting dalam pendidikan dan pengembangan generasi ilmuwan nuklir baru di Iran. Ia dilaporkan tewas dalam serangan pada Juni 2025.

4. Abdolhamid Minouchehr

Abdolhamid Minouchehr merupakan Kepala Fakultas Teknik Nuklir di Shahid Beheshti University. Ia dikenal luas sebagai pakar teknik nuklir tingkat lanjut.

Minouchehr dilaporkan tewas bersama beberapa rekannya dalam operasi militer yang terjadi pada 13 Juni 2025.

5. Mohammad Mehdi Tehranchi

Mohammad Mehdi Tehranchi adalah Presiden Islamic Azad University sekaligus profesor di Shahid Beheshti University.

Ia memiliki keahlian dalam fisika teoretis dan material magnetik. Sebagai akademisi senior, Tehranchi pernah mempresentasikan kebijakan sains nasional di hadapan Pemimpin Tertinggi Iran pada 2018. Ia dilaporkan meninggal dalam serangan udara pada tahun lalu.

6. Seyyed Amir Hossein Faqhi

Seyyed Amir Hossein Faqhi merupakan pakar yang fokus meneliti aplikasi medis dari teknologi nuklir. Ia menjabat sebagai deputi di Atomic Energy Organization of Iran (AEOI) dan juga aktif sebagai dosen di Shahid Beheshti University.

Baca Juga:  Benarkah Satu Hari Akan Jadi 25 Jam? Ilmuwan Beberkan Proses Alamiah di Baliknya

Faqhi dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi pada 13 Juni 2025.

7. Akbar Motlebizadeh

Akbar Motlebizadeh adalah ilmuwan nuklir dengan latar belakang teknik kimia serta riset yang berkaitan dengan sistem persenjataan dan bahan peledak.

Pada 2019, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya atas dugaan keterlibatan dengan Proyek AMAD. Meski pemerintah Iran secara konsisten membantah tuduhan bahwa mereka sedang mengembangkan detonator nuklir, Motlebizadeh tetap menjadi target operasi dan dilaporkan tewas pada pertengahan 2025.

Dampak terhadap Program Nuklir Iran

Rangkaian peristiwa yang menewaskan sejumlah ilmuwan ini dinilai berpotensi menghambat proses regenerasi pakar nuklir di Iran. Kehilangan tokoh-tokoh akademis dan teknis tersebut juga dapat memengaruhi perkembangan riset serta proyek strategis di bidang nuklir.

Di sisi lain, insiden ini turut meningkatkan ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran serta memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang sejak lama dikenal sebagai salah satu wilayah paling sensitif dalam dinamika politik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *