INTERNASIONAL

Bayi Pertama di Inggris Lahir dari Transplantasi Rahim Pendonor Jenazah

5
×

Bayi Pertama di Inggris Lahir dari Transplantasi Rahim Pendonor Jenazah

Sebarkan artikel ini
Bayi Lahir Berkat Transplantasi Rahim Donor Jenazah, Inggris Raih Prestasi Medis
Bayi Lahir Berkat Transplantasi Rahim Donor Jenazah, Inggris Raih Prestasi Medis

Media90 – Dunia kedokteran reproduksi mencatat tonggak sejarah penting. Seorang bayi laki-laki bernama Hugo lahir sebagai anak pertama di Inggris melalui rahim hasil transplantasi dari pendonor yang telah meninggal dunia. Kelahiran ini terjadi sebelum Natal 2025 di London dan menjadi momen haru bagi ibunya, Grace Bell, perempuan asal Kent berusia awal 30-an. Grace menyebut kelahiran putranya sebagai “hadiah kehidupan” yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Keberhasilan ini merupakan puncak penelitian transplantasi rahim yang dikembangkan lebih dari 25 tahun oleh Womb Transplant UK.

Vonis Sindrom MRKH Sejak Remaja

Perjalanan Grace untuk bisa memiliki anak dimulai dari diagnosis Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) pada usia 16 tahun. Sindrom ini menyebabkan perempuan lahir tanpa rahim, meski indung telurnya tetap berfungsi normal. Kondisi ini diperkirakan dialami oleh satu dari 5.000 perempuan.

Selama bertahun-tahun, Grace merasa tidak mungkin mengandung anaknya sendiri. Namun perkembangan teknologi transplantasi rahim kemudian membuka harapan baru bagi perempuan dengan kondisi tersebut.

Baca Juga:  Menuju Stunting Zero 2024: Pemkot Bandar Lampung Siapkan Anggaran Rp2 Miliar

Operasi Transplantasi Rahim Selama 10 Jam

Kesempatan itu datang ketika Grace menerima rahim dari seorang pendonor jenazah yang cocok. Prosedur transplantasi dilakukan pada Juni 2024 di Oxford dan berlangsung selama 10 jam, melibatkan tim spesialis transplantasi. Keberhasilan operasi ini menjadikan Grace sebagai perempuan pertama di Inggris yang menerima rahim dari pendonor jenazah.

Program transplantasi ini dipimpin oleh Profesor Richard Smith, yang terlibat dalam penelitian transplantasi rahim melalui Womb Transplant UK selama bertahun-tahun.

Proses Bayi Tabung untuk Kehamilan

Setelah pemulihan pascaoperasi, Grace menjalani proses In Vitro Fertilization (IVF) karena rahim transplantasi tidak terhubung secara alami dengan sistem reproduksinya. Embrio ditanamkan ke rahim baru hingga akhirnya kehamilan berhasil, berujung pada kelahiran Hugo dalam kondisi sehat.

Baca Juga:  Dunia Akademik Heboh! Remaja 15 Tahun Asal Belgia Raih Gelar Doktor Fisika Kuantum, Targetkan Ciptakan “Manusia Super”

Rahim Akan Dihapus Setelah Kehamilan

Meskipun transplantasi rahim memungkinkan kehamilan, organ tersebut tidak akan permanen di tubuh Grace. Setelah rencana kehamilan selesai, rahim akan diangkat melalui operasi agar Grace tidak perlu mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan) seumur hidup. Penggunaan obat jangka panjang bisa menimbulkan risiko kesehatan tertentu.

Harapan Baru bagi Perempuan Tanpa Rahim

Kelahiran Hugo menjadi terobosan penting dalam dunia kedokteran reproduksi. Saat ini, lebih dari 100 transplantasi rahim telah dilakukan di berbagai negara, menghasilkan lebih dari 70 kelahiran bayi.

Hugo menjadi bayi pertama di Inggris yang lahir dari rahim hasil transplantasi pendonor jenazah. Keberhasilan ini membuka peluang baru bagi perempuan yang tidak memiliki rahim atau mengalami infertilitas absolut untuk merasakan kehamilan, memberikan harapan dan kemungkinan baru bagi banyak keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *