Media90 – Dalam ajaran Islam, terdapat salah satu doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam yang menyatukan seluruh kebaikan dalam satu permintaan. Doa ini bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga memuat makna mendalam untuk kebaikan agama, hati, dan kehidupan seorang hamba.
Melansir kajian Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir as-Sa’di rohimahullahu ta’ala, doa yang dimaksud adalah:
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Latin:
Allahumma Inni As Alukal Hudaa, Wat Tuqoo, Wal Afaafa, Wa Ghinaa
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu al-Hudaa (petunjuk), at-Tuqoo (ketakwaan), al-‘Afaaf (terjaganya kehormatan), dan al-Ghinaa (rasa cukup).”
Ustaz Syaikh as-Sa’di menjelaskan, doa ini telah menghimpun seluruh perkara kebaikan:
-
Al-Hudaa: ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan dan agama.
-
At-Tuqoo: ketakwaan melalui amal saleh dan meninggalkan hal-hal yang haram.
Kebaikan agama seorang hamba akan sempurna jika disertai kebaikan hati, yang dicapai melalui:
-
Al-‘Afaaf: menjaga kehormatan dan tidak bergantung kepada makhluk lain.
-
Al-Ghinaa: merasa cukup dengan pemberian Allah, sehingga seorang hamba kaya secara hakiki meskipun materi terbatas.
“Seorang yang merasa cukup dengan pemberian Allah adalah orang kaya sesungguhnya. Kekayaan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, tetapi dari ketenangan hati dan rasa cukup terhadap nikmat Allah. Dengan sifat al-‘Afaaf dan al-Ghinaa, kebahagiaan hidup, kenikmatan dunia, dan ketenteraman batin seorang hamba akan sempurna,” tulis Syaikh as-Sa’di dalam Bahjah Quluub al-Abror wa Qurrotu ‘Uyuun al-Akhyar fi Syarh Jawami’ al-Akhbar (hal. 116).
Adab Sebelum Berdoa
Sebelum memanjatkan doa, dianjurkan untuk memperhatikan adab berdoa:
-
Memuji Allah dengan nama-Nya yang agung, misalnya: yaa Hayyu yaa Qoyyuum.
-
Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam, misalnya: Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad.
-
Setelah itu, baru memulai doa sesuai keinginan hati.
Doa ini mengajarkan umat Islam agar tidak hanya meminta kebaikan materi, tetapi juga kebaikan agama, kehormatan, dan ketenangan hati—semua kebaikan yang membentuk kehidupan yang bahagia dan bermakna.














