Media90 – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai. Berdasarkan hasil pengamatan terkini, kondisi puncak gunung terpantau tertutup kabut tipis hingga tebal (0–II sampai 0–III), sehingga visual kawah tidak dapat teramati secara jelas. Asap kawah juga tidak terpantau dalam periode pengamatan ini.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau mendung, dengan angin bertiup tenang ke arah timur. Meski secara visual kawah relatif tertutup, aktivitas vulkanik Merapi masih berlangsung cukup intens, terutama berupa guguran lava dan aktivitas kegempaan.
Guguran Lava Teramati Mengarah ke Kali Boyong
Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat 8 kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Boyong. Jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter, menandakan suplai material vulkanik dari kubah lava Merapi masih aktif.
Fenomena guguran lava ini menjadi indikator bahwa potensi bahaya awan panas guguran masih terbuka, khususnya pada sektor-sektor rawan di sekitar alur sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Aktivitas Gempa Masih Dominan
Dari hasil pemantauan kegempaan, Gunung Merapi mencatat puluhan aktivitas seismik yang menunjukkan dinamika magma masih berlangsung. Rincian aktivitas gempa meliputi:
- 27 kali gempa guguran, dengan amplitudo 2–17 mm dan durasi 70,81–225,23 detik
- 17 kali gempa hybrid atau fase banyak, amplitudo 2–31 mm dan durasi 7,72–55,23 detik
Data tersebut mengindikasikan adanya pergerakan magma yang berpotensi memicu guguran lava lanjutan.
Kondisi Cuaca dan Potensi Lahar
Secara klimatologis, wilayah Gunung Merapi berada dalam kondisi sebagai berikut:
- Cuaca: Mendung
- Arah angin: Tenang ke timur
- Suhu udara: Sekitar 18,2–19,3°C
- Kelembaban udara: 80,5–100%
- Tekanan udara: 871,3–915,4 mmHg
Kombinasi cuaca mendung dan kelembaban tinggi meningkatkan risiko terjadinya lahar, terutama apabila terjadi hujan di kawasan puncak dan lereng Merapi.
Wilayah Rawan yang Wajib Dihindari
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya Gunung Merapi dengan rincian sebagai berikut:
Sektor Selatan–Barat Daya
- Sungai Boyong: maksimal 5 km
- Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng: maksimal 7 km
Sektor Tenggara
- Sungai Woro: maksimal 3 km
- Sungai Gendol: maksimal 5 km
Selain itu, apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.
Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan dievaluasi kembali oleh pihak berwenang. Masyarakat diminta untuk terus memantau pembaruan aktivitas Gunung Merapi hari ini serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan guna menghindari dampak guguran lava, awan panas, dan lahar.














