NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Masih Fluktuatif, Guguran Lava Teramati Hingga 2 Kilometer

4
×

Aktivitas Gunung Merapi Masih Fluktuatif, Guguran Lava Teramati Hingga 2 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Merapi Naik, Guguran Lava Capai Jarak 2 Kilometer
Aktivitas Gunung Merapi Naik, Guguran Lava Capai Jarak 2 Kilometer

Media90 – Aktivitas Gunung Merapi terpantau masih bersifat fluktuatif. Secara visual, puncak gunung api aktif tersebut sebagian besar tertutup kabut dengan tingkat pengamatan berada pada level 0–II hingga 0–III.

Berdasarkan hasil pemantauan, selama periode pengamatan tidak teramati adanya asap kawah. Kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi didominasi cuaca berawan, dengan angin bertiup sedang ke arah barat.

Guguran Lava Terjadi Berulang

Aktivitas efusif Gunung Merapi masih berlangsung. Pemantauan terbaru mencatat terjadinya 10 kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat dan Kali Putih. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai sekitar 2.000 meter.

Baca Juga:  Waspada Jabodetabek! Hujan Lebat Berpetir Berpotensi Guyur Puluhan Wilayah Pagi Ini

Kondisi ini menunjukkan bahwa suplai material lava dari kubah lava Merapi masih aktif dan berpotensi menimbulkan bahaya di sektor-sektor tertentu.

Aktivitas Kegempaan Masih Dominan

Dari sisi kegempaan, aktivitas Gunung Merapi terpantau cukup intens. Tercatat sebanyak 21 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–34 milimeter dan durasi antara 39,2 hingga 150,37 detik.

Selain itu, juga terekam 9 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 3–22 milimeter dan durasi 17,75 hingga 53,23 detik. Data kegempaan ini mengindikasikan adanya pergerakan material magma di dalam tubuh Gunung Merapi yang masih berlangsung.

Kondisi Cuaca dan Iklim di Sekitar Merapi

Secara klimatologis, kawasan Gunung Merapi mengalami cuaca berawan dengan suhu udara berkisar antara 17,8 hingga 22,8 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat berada pada kisaran 64 hingga 87,2 persen, sementara tekanan udara berada di antara 873 hingga 915,4 mmHg.

Baca Juga:  Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Aceh: 94% Site Kembali Beroperasi Normal

Kondisi cuaca ini perlu diwaspadai, terutama karena hujan dapat memicu potensi bahaya sekunder berupa lahar.

Zona Bahaya dan Potensi Ancaman

Potensi bahaya utama Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG). Risiko tersebut mengancam sejumlah sektor aliran sungai, di antaranya sektor selatan hingga barat daya meliputi Sungai Boyong dengan potensi bahaya hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan potensi hingga 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mengarah ke Sungai Woro dengan jarak maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Selain itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca Juga:  Kesempatan Emas! Lowongan CPNS September 2023: 1.030.751 ASN Dibutuhkan! Peluang Terbuka untuk Fresh Graduate (20%) - Detailnya Ada di Sini!

Imbauan dan Rekomendasi

Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona potensi bahaya. Warga juga diminta mewaspadai ancaman awan panas guguran serta aliran lahar, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Selain itu, masyarakat diharapkan mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Hingga saat ini, hasil pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga perubahan aktivitas Gunung Merapi dapat terjadi sewaktu-waktu. Apabila terdeteksi adanya peningkatan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan segera dievaluasi kembali oleh pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *