NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 13 Kali Guguran Lava Teramati, Warga Diminta Waspada

4
×

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 13 Kali Guguran Lava Teramati, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Terbaru Gunung Merapi, 13 Kali Guguran Lava Terjadi, Warga Diminta Waspada
Aktivitas Terbaru Gunung Merapi, 13 Kali Guguran Lava Terjadi, Warga Diminta Waspada

Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamika signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, tercatat puluhan gempa guguran serta belasan kali luncuran lava ke sejumlah alur sungai di sektor rawan.

Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0–II. Asap kawah tidak teramati. Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar Merapi dilaporkan berawan dengan angin tenang yang mengarah ke timur.

13 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur Capai 2 Kilometer

Dalam periode pengamatan terakhir, teramati sebanyak 13 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Baca Juga:  Aktivitas Gunung Merapi Masih Fluktuatif, Guguran Lava Teramati Hingga 2 Kilometer

Aktivitas ini menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di area yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Data Pengamatan Kegempaan

Selain aktivitas visual, sejumlah aktivitas kegempaan juga terdeteksi dengan rincian sebagai berikut:

  • 55 kali gempa guguran dengan amplitudo 4–22 mm dan durasi 54,34–198,82 detik
  • 15 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 4–40 mm, S-P tidak teramati dan durasi 19,43–39,78 detik
  • 3 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5–9 mm, S-P tidak teramati dan durasi 94,91–132,08 detik

Data tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas internal Gunung Merapi masih aktif dan membutuhkan pemantauan intensif.

Baca Juga:  Aktivitas Gunung Merapi Terkini, Lava Luncur 2 Km ke Kali Krasak

Rekomendasi dan Zona Potensi Bahaya

Masyarakat di sekitar lereng Merapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang ada saat ini, antara lain:

  1. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
  2. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.
  3. Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.
  4. Suplai magma yang masih berlangsung berpotensi memicu awan panas guguran di dalam zona bahaya.
  5. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.
  6. Warga juga diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Merapi.
  7. Antisipasi juga diperlukan terhadap dampak abu vulkanik akibat erupsi.
Baca Juga:  Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini Masih Dinamis, Guguran Lava Capai 1,9 Km ke Kali Boyong

Pihak terkait menegaskan, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Imbauan ini penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat aktivitas vulkanik. Masyarakat di sekitar Merapi diminta terus mengikuti informasi resmi dan tidak memasuki zona berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *