NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava dan Gempa Vulkanik Terus Terpantau

Novta Tria
12
×

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava dan Gempa Vulkanik Terus Terpantau

Sebarkan artikel ini
Status Aktivitas Merapi Meningkat, 12 Guguran Lava Terjadi, Warga Dilarang Dekati Zona Bahaya
Status Aktivitas Merapi Meningkat, 12 Guguran Lava Terjadi, Warga Dilarang Dekati Zona Bahaya

Media90 – Perkembangan terbaru dari Gunung Merapi menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng gunung.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi puncak gunung terpantau tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga III. Meski demikian, dari pengamatan visual masih terlihat asap putih tebal keluar dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 25 meter dari puncak.

Ads
close ads

Cuaca di kawasan gunung dilaporkan berawan, dengan angin berhembus lemah ke arah timur. Kondisi ini membuat pengamatan visual tidak selalu optimal, namun aktivitas gunung tetap terpantau melalui instrumen lainnya.

12 Kali Guguran Lava, Jarak Capai 1,7 Kilometer

Salah satu perkembangan signifikan adalah terjadinya guguran lava sebanyak 12 kali yang mengarah ke Kali Bebeng. Jarak luncur material panas tersebut tercatat mencapai hingga 1.700 meter dari puncak.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Poso, Sulawesi Tengah Pagi Ini

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih aktif dan terus mendorong material keluar ke permukaan.

Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi

Meski kondisi visual sering tertutup kabut, data kegempaan justru menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.

Gempa guguran mendominasi aktivitas:

  • 39 kali gempa guguran
  • Amplitudo: 2–23 mm
  • Durasi: 55,41–188,14 detik

Gempa hybrid atau fase banyak:

  • 19 kali kejadian
  • Amplitudo: 1–38 mm
  • S-P: 0,3–0,9 detik
  • Durasi: 16,42–53,79 detik

Gempa vulkanik dangkal:

  • 4 kali kejadian
  • Amplitudo: 7–53 mm
  • Durasi: 14,52–48,95 detik

Gempa tektonik jauh:

  • 1 kali kejadian
  • Amplitudo: 3 mm
  • Durasi: 49,46 detik

Data tersebut memperkuat indikasi bahwa suplai magma masih berlangsung di dalam tubuh Gunung Merapi.

Baca Juga:  Penobatan Dua Guru Besar Ilmu Hukum oleh Rektor Unila: Mereka Dinobatkan sebagai...

Selain itu, kelembaban udara yang cukup tinggi di sekitar kawasan juga meningkatkan potensi terjadinya lahar hujan, terutama jika curah hujan turun di area puncak.

Zona Bahaya yang Harus Dihindari

Pihak berwenang telah menetapkan sejumlah zona bahaya yang wajib dihindari oleh masyarakat demi keselamatan.

Sektor Selatan – Barat Daya:

  • Sungai Boyong hingga 5 km
  • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km

Sektor Tenggara:

  • Sungai Woro hingga 3 km
  • Sungai Gendol hingga 5 km

Selain itu, potensi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

Meskipun aktivitas gunung tidak selalu terlihat jelas akibat tertutup kabut, potensi bahaya tetap tinggi dan dapat meningkat sewaktu-waktu. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *