Media90 – Perkembangan terbaru dari Gunung Merapi menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng gunung.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi puncak gunung terpantau tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga III. Meski demikian, dari pengamatan visual masih terlihat asap putih tebal keluar dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 25 meter dari puncak.
Cuaca di kawasan gunung dilaporkan berawan, dengan angin berhembus lemah ke arah timur. Kondisi ini membuat pengamatan visual tidak selalu optimal, namun aktivitas gunung tetap terpantau melalui instrumen lainnya.
12 Kali Guguran Lava, Jarak Capai 1,7 Kilometer
Salah satu perkembangan signifikan adalah terjadinya guguran lava sebanyak 12 kali yang mengarah ke Kali Bebeng. Jarak luncur material panas tersebut tercatat mencapai hingga 1.700 meter dari puncak.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih aktif dan terus mendorong material keluar ke permukaan.
Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi
Meski kondisi visual sering tertutup kabut, data kegempaan justru menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.
Gempa guguran mendominasi aktivitas:
- 39 kali gempa guguran
- Amplitudo: 2–23 mm
- Durasi: 55,41–188,14 detik
Gempa hybrid atau fase banyak:
- 19 kali kejadian
- Amplitudo: 1–38 mm
- S-P: 0,3–0,9 detik
- Durasi: 16,42–53,79 detik
Gempa vulkanik dangkal:
- 4 kali kejadian
- Amplitudo: 7–53 mm
- Durasi: 14,52–48,95 detik
Gempa tektonik jauh:
- 1 kali kejadian
- Amplitudo: 3 mm
- Durasi: 49,46 detik
Data tersebut memperkuat indikasi bahwa suplai magma masih berlangsung di dalam tubuh Gunung Merapi.
Selain itu, kelembaban udara yang cukup tinggi di sekitar kawasan juga meningkatkan potensi terjadinya lahar hujan, terutama jika curah hujan turun di area puncak.
Zona Bahaya yang Harus Dihindari
Pihak berwenang telah menetapkan sejumlah zona bahaya yang wajib dihindari oleh masyarakat demi keselamatan.
Sektor Selatan – Barat Daya:
- Sungai Boyong hingga 5 km
- Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km
Sektor Tenggara:
- Sungai Woro hingga 3 km
- Sungai Gendol hingga 5 km
Selain itu, potensi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.
Meskipun aktivitas gunung tidak selalu terlihat jelas akibat tertutup kabut, potensi bahaya tetap tinggi dan dapat meningkat sewaktu-waktu. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.














