NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Terkini, Lava Luncur 2 Km ke Kali Krasak

8
×

Aktivitas Gunung Merapi Terkini, Lava Luncur 2 Km ke Kali Krasak

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Merapi Terbaru, Lava Luncur 2 Km ke Kali Krasak
Aktivitas Gunung Merapi Terbaru, Lava Luncur 2 Km ke Kali Krasak

Media90 – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai. Meski kawah tertutup kabut dan tidak teramati asap kawah, hasil pemantauan visual maupun instrumental mengindikasikan bahwa dinamika internal gunung api ini masih terus berlangsung.

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut tipis hingga tebal dengan intensitas 0–III. Kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung dilaporkan berawan hingga mendung, dengan arah angin relatif tenang dan dominan bertiup ke timur.

Guguran Lava Teramati ke Arah Kali Krasak

Dalam periode pengamatan, petugas mencatat dua kali kejadian guguran lava yang meluncur ke arah Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 2.000 meter dari puncak.

Baca Juga:  Indonesia Pimpin Perjuangan Global Demi Royalti Digital yang Adil

Fenomena ini menegaskan bahwa material lava masih aktif bergerak, terutama ke sektor yang menjadi jalur aliran utama. Kondisi ini membuat potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas guguran tetap perlu diantisipasi.

Puluhan Aktivitas Gempa Terekam

Dari sisi kegempaan, aktivitas Gunung Merapi terpantau cukup intens. Dalam satu periode pengamatan, tercatat sejumlah aktivitas gempa, meliputi:

  • 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–13 mm dan durasi 68,45–167,54 detik
  • 1 kali gempa Low Frequency (LF) dengan amplitudo 2 mm dan durasi 18,94 detik
  • 33 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1–25 mm dan durasi 9,33–36,57 detik
  • 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm dan durasi 37,78 detik
Baca Juga:  Dedi Mulyadi Luncurkan Gerakan ‘Rereongan Sapoe Sarebu’, Warga Jabar Diajak Donasi Rp1.000 per Hari

Data tersebut menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi terjadinya awan panas guguran tetap harus diwaspadai.

Kondisi Cuaca dan Iklim di Sekitar Merapi

Berdasarkan pengamatan klimatologi, kondisi lingkungan di sekitar Gunung Merapi terpantau sebagai berikut:

  • Suhu udara berkisar 18,5–20°C
  • Kelembaban udara relatif tinggi, yakni 91–95,7%
  • Tekanan udara berada di kisaran 874,3–917 mmHg

Kombinasi cuaca mendung dan kelembaban tinggi ini berpotensi meningkatkan risiko aliran lahar, terutama apabila terjadi hujan di kawasan puncak.

Zona Bahaya dan Wilayah Rawan

Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini didominasi oleh guguran lava dan awan panas guguran (APG). Wilayah rawan yang perlu diwaspadai meliputi:

Sektor Selatan–Barat Daya

  • Sungai Boyong hingga 5 km
  • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km
Baca Juga:  Program Internet Rakyat Resmi Diluncurkan, Berikut Daftar Wilayah yang Sudah Bisa Menikmati WiFi Murah 5G FWA

Sektor Tenggara

  • Sungai Woro hingga 3 km
  • Sungai Gendol hingga 5 km

Selain itu, apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

Apabila terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan ditinjau kembali sesuai hasil evaluasi pemantauan. Masyarakat di sekitar kawasan rawan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari petugas berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *