Media90 – Aktivitas Gunung Semeru terpantau cukup dinamis meskipun secara visual terlihat relatif tenang. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini sempat terlihat jelas sebelum akhirnya tertutup kabut tipis dengan intensitas 0–II. Menariknya, selama periode pengamatan, asap dari kawah tidak teramati.
Kondisi cuaca di sekitar gunung didominasi cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, dengan suhu udara berkisar antara 20 hingga 21 derajat Celsius, menciptakan suasana yang tampak kondusif di permukaan.
Data Kegempaan: Aktivitas Internal Masih Aktif
Di balik kondisi visual yang tampak tenang, data seismik menunjukkan bahwa aktivitas internal Gunung Semeru masih cukup tinggi. Hal ini menjadi indikator bahwa pergerakan magma di dalam gunung masih berlangsung.
Berikut rincian aktivitas kegempaan yang tercatat:
Gempa Letusan/Erupsi
- Terjadi sebanyak 19 kali
- Amplitudo: 15–22 mm
- Durasi: 78–147 detik
Gempa Hembusan
- Terjadi 3 kali
- Amplitudo: 3–9 mm
- Durasi: 54–64 detik
Gempa Harmonik
- Terjadi 3 kali
- Amplitudo: 2–16 mm
- Durasi: 169–252 detik
Gempa Tektonik Jauh
- Terjadi 1 kali
- Amplitudo: 26 mm
- S-P: 16 detik
- Durasi: 64 detik
Data tersebut menegaskan bahwa meskipun tidak selalu terlihat secara kasat mata, aktivitas vulkanik di dalam gunung masih berlangsung aktif dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.
Cuaca Cerah Bukan Berarti Aman
Kondisi cuaca yang cerah seringkali menimbulkan kesan aman bagi masyarakat. Namun, arah angin yang bergerak ke timur laut tetap berpotensi membawa material vulkanik jika terjadi erupsi lanjutan.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau untuk tidak lengah dan tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Zona Rawan yang Harus Dihindari
Pemerintah kembali menegaskan sejumlah area berbahaya yang wajib dihindari oleh warga:
Besuk Kobokan Jadi Prioritas Bahaya
Segala aktivitas dilarang di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak. Selain itu, area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai juga harus steril karena berpotensi dilalui awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 km.
Radius 5 Km dari Puncak
Zona dalam radius 5 km dari kawah merupakan area sangat berbahaya karena berisiko tinggi terkena lontaran batu pijar saat erupsi terjadi.
Jalur Sungai Rawan Lahar
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aliran material vulkanik di sejumlah sungai, antara lain:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Termasuk anak-anak sungai yang terhubung langsung dengan aliran utama Besuk Kobokan.
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap siaga, tidak mendekati zona bahaya, serta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang. Kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.














