NASIONAL

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, 19 Kali Erupsi Tercatat Hari Ini

Novta Tria
9
×

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, 19 Kali Erupsi Tercatat Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, 19 Kali Erupsi Tercatat Hari Ini
Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, 19 Kali Erupsi Tercatat Hari Ini

Media90 – Aktivitas Gunung Semeru terpantau cukup dinamis meskipun secara visual terlihat relatif tenang. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini sempat terlihat jelas sebelum akhirnya tertutup kabut tipis dengan intensitas 0–II. Menariknya, selama periode pengamatan, asap dari kawah tidak teramati.

Kondisi cuaca di sekitar gunung didominasi cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, dengan suhu udara berkisar antara 20 hingga 21 derajat Celsius, menciptakan suasana yang tampak kondusif di permukaan.

Ads
close ads

Data Kegempaan: Aktivitas Internal Masih Aktif

Di balik kondisi visual yang tampak tenang, data seismik menunjukkan bahwa aktivitas internal Gunung Semeru masih cukup tinggi. Hal ini menjadi indikator bahwa pergerakan magma di dalam gunung masih berlangsung.

Baca Juga:  Viral! Polisi Coba Dekati Mobil Kapolri Listyo Sigit di Ogan Ilir, Langsung Dicegah Ajudan

Berikut rincian aktivitas kegempaan yang tercatat:

Gempa Letusan/Erupsi

  • Terjadi sebanyak 19 kali
  • Amplitudo: 15–22 mm
  • Durasi: 78–147 detik

Gempa Hembusan

  • Terjadi 3 kali
  • Amplitudo: 3–9 mm
  • Durasi: 54–64 detik

Gempa Harmonik

  • Terjadi 3 kali
  • Amplitudo: 2–16 mm
  • Durasi: 169–252 detik

Gempa Tektonik Jauh

  • Terjadi 1 kali
  • Amplitudo: 26 mm
  • S-P: 16 detik
  • Durasi: 64 detik

Data tersebut menegaskan bahwa meskipun tidak selalu terlihat secara kasat mata, aktivitas vulkanik di dalam gunung masih berlangsung aktif dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

Cuaca Cerah Bukan Berarti Aman

Kondisi cuaca yang cerah seringkali menimbulkan kesan aman bagi masyarakat. Namun, arah angin yang bergerak ke timur laut tetap berpotensi membawa material vulkanik jika terjadi erupsi lanjutan.

Baca Juga:  Gunung Semeru Kembali Aktif, 36 Letusan Tercatat Pagi Ini dengan Asap Putih 1000 Meter

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau untuk tidak lengah dan tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Zona Rawan yang Harus Dihindari

Pemerintah kembali menegaskan sejumlah area berbahaya yang wajib dihindari oleh warga:

Besuk Kobokan Jadi Prioritas Bahaya
Segala aktivitas dilarang di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak. Selain itu, area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai juga harus steril karena berpotensi dilalui awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 km.

Radius 5 Km dari Puncak
Zona dalam radius 5 km dari kawah merupakan area sangat berbahaya karena berisiko tinggi terkena lontaran batu pijar saat erupsi terjadi.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 3,5 Guncang NTB, Terasa di Lombok Timur

Jalur Sungai Rawan Lahar
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aliran material vulkanik di sejumlah sungai, antara lain:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat

Termasuk anak-anak sungai yang terhubung langsung dengan aliran utama Besuk Kobokan.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap siaga, tidak mendekati zona bahaya, serta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang. Kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *