Media90 – Aktivitas Gunung Api Semeru terpantau masih cukup tinggi berdasarkan laporan pengamatan terbaru. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami puluhan gempa letusan dalam satu hari, yang mengindikasikan bahwa proses erupsi masih berlangsung.
Secara visual, puncak Gunung Semeru terlihat tertutup kabut tipis hingga tebal dengan tingkat pengamatan berada pada level 0–I hingga 0–III. Selama periode pemantauan, asap kawah tidak teramati. Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar gunung didominasi berawan hingga mendung dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut.
Dominasi Gempa Letusan
Hasil pengamatan kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 27 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 15–22 milimeter dan durasi antara 101 hingga 230 detik.
Selain itu, juga terekam 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 4 milimeter dan durasi 55 detik. Aktivitas lainnya meliputi 7 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1–4 milimeter dan durasi 36–103 detik, serta 2 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2–4 milimeter dan durasi cukup panjang, mencapai 263 hingga 548 detik.
Tercatat pula 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2 milimeter, selisih waktu S–P 15 detik, dan durasi 44 detik. Rangkaian aktivitas kegempaan tersebut mencerminkan dinamika pergerakan magma yang masih aktif di dalam tubuh Gunung Semeru.
Kondisi Cuaca dan Potensi Bahaya Sekunder
Dari sisi klimatologi, suhu udara di kawasan Gunung Semeru berkisar antara 20 hingga 21 derajat Celsius. Cuaca yang cenderung mendung perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko bahaya sekunder, terutama aliran lahar apabila terjadi hujan di wilayah hulu sungai.
Zona Bahaya Masih Berlaku
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta untuk tetap mematuhi zona larangan aktivitas yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius hingga 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, di luar radius tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai. Hal ini mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga
Warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena adanya risiko lontaran batu pijar. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai lainnya yang berpotensi dilalui material vulkanik.














