Media90 – Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih menunjukkan dinamika yang perlu diantisipasi.
Saat ini, warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang alur Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di luar jarak tersebut, mengingat potensi perluasan awan panas guguran dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
Tak hanya itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga tidak diperkenankan karena tingginya risiko lontaran material pijar saat terjadi letusan.
Potensi Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Gunung Semeru masih berpotensi menimbulkan sejumlah ancaman serius, di antaranya:
- Awan panas guguran
- Guguran lava
- Aliran lahar, terutama saat terjadi hujan
Wilayah aliran sungai yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil lainnya yang berhulu langsung di puncak Gunung Semeru.
Aktivitas Kegempaan: Letusan Masih Terjadi
Hasil pemantauan kegempaan menunjukkan bahwa aktivitas erupsi Gunung Semeru masih berlangsung secara periodik. Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat:
- 26 kali gempa letusan/erupsi
Amplitudo 10–22 mm | Durasi 83–167 detik - 5 kali gempa hembusan
Amplitudo 2–6 mm | Durasi 64–101 detik - 3 kali gempa tektonik jauh
Amplitudo 2–25 mm | Durasi 80–164 detik | S–P 26–57 detik
Data tersebut menandakan bahwa proses erupsi masih aktif dan berpotensi terjadi kembali dalam waktu dekat.
Kondisi Visual dan Cuaca di Puncak
Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut dengan intensitas 0–II hingga 0–III sehingga aktivitas kawah tidak dapat teramati secara langsung. Asap kawah tidak terpantau, namun kondisi cuaca di sekitar gunung cenderung mendung dengan angin lemah yang mengarah ke barat daya.
Suhu udara di sekitar gunung tercatat berada di kisaran 20 derajat Celsius. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi terjadinya aliran lahar apabila hujan turun dengan intensitas tinggi di kawasan puncak dan lereng Semeru.














