Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menjadi sorotan. Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menunjukkan peningkatan aktivitas dengan tercatat 17 kali gempa erupsi dalam satu periode pengamatan.
Selain itu, aktivitas lain juga terekam berupa gempa hembusan dan gempa tektonik jauh. Hal ini menandakan dinamika pergerakan magma masih berlangsung di dalam tubuh gunung.
Detail Pengamatan: Erupsi, Hembusan, hingga Gempa Tektonik
Berikut rincian aktivitas kegempaan yang berhasil terpantau:
- 17 kali gempa letusan/erupsi
Amplitudo: 18–22 mm
Durasi: 89–127 detik - 3 kali gempa hembusan
Amplitudo: 3–7 mm
Durasi: 59–105 detik - 2 kali gempa tektonik jauh
Amplitudo: 12–16 mm
Durasi: 70–187 detik
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas internal gunung masih cukup aktif, meskipun secara visual asap kawah tidak teramati akibat kondisi cuaca.
Kondisi Visual dan Cuaca di Sekitar Gunung
Secara visual, puncak gunung sempat terlihat jelas sebelum akhirnya tertutup kabut dengan intensitas 0–II. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
Adapun kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan sebagai berikut:
- Berawan
- Angin lemah ke arah timur
- Suhu udara berkisar 20–22°C
Kondisi cuaca seperti ini dapat memengaruhi pengamatan visual, sehingga aktivitas vulkanik lebih banyak dipantau melalui alat seismik.
Zona Bahaya Semeru: Ini Wilayah yang Harus Dihindari
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di zona rawan bencana, terutama di sektor tenggara yang menjadi jalur utama awan panas.
Berikut rincian area berbahaya:
- Sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak
- Jarak 500 meter dari tepi sungai di sekitar aliran Besuk Kobokan
- Radius 5 km dari kawah/puncak
Selain itu, potensi bahaya juga mengintai di beberapa aliran sungai lain, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak awan panas, guguran lava, hingga aliran lahar, terutama saat terjadi hujan.
Meski belum ada laporan kejadian besar, masyarakat di sekitar lereng Semeru diminta untuk tetap waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi resmi. Hindari aktivitas di zona terlarang serta selalu memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang guna mengantisipasi risiko yang bisa terjadi sewaktu-waktu.














