NASIONAL

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 24 Kali Gempa Erupsi Tercatat, Warga Diminta Jauhi Radius 5 Km

3
×

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 24 Kali Gempa Erupsi Tercatat, Warga Diminta Jauhi Radius 5 Km

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 24 Kali Gempa Erupsi Tercatat, Warga Diminta Jauhi Radius 5 Km
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 24 Kali Gempa Erupsi Tercatat, Warga Diminta Jauhi Radius 5 Km

Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam laporan pemantauan terbaru, tercatat puluhan gempa letusan atau erupsi serta aktivitas harmonik yang menandakan dinamika magma masih berlangsung di dalam tubuh gunung.

Secara visual, gunung api teramati tertutup kabut 0–II dan asap kawah tidak terlihat. Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin lemah mengarah ke timur laut.

24 Kali Gempa Erupsi, Aktivitas Vulkanik Masih Intens

Berdasarkan pengamatan kegempaan, berikut rincian aktivitas yang terekam:

  • 24 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11–22 mm dan durasi 79–157 detik
  • 3 kali gempa harmonik dengan amplitudo 6–12 mm dan durasi 100–429 detik
  • 3 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 9–40 mm, S-P 17–55 detik dan durasi 47–86 detik
Baca Juga:  Ini Alasan di Balik Keputusan Korlantas Menghapus Pelat Nomor RF untuk Mobil Pejabat Mulai Oktober 2023, dan Larangan Polda Mengeluarkan Nomor Pelat Khusus

Jumlah gempa erupsi yang cukup tinggi menunjukkan suplai energi dari dalam gunung masih aktif, sehingga potensi aktivitas lanjutan tetap perlu diwaspadai.

Kondisi Cuaca dan Klimatologi

Faktor cuaca turut memengaruhi penyebaran material vulkanik apabila terjadi letusan. Berdasarkan pengamatan terbaru, kondisi klimatologi di sekitar Gunung Semeru adalah:

  • Cuaca cerah hingga berawan
  • Angin lemah ke arah timur laut
  • Suhu udara berkisar 21–22°C

Meskipun asap kawah tidak teramati, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas lanjutan.

Rekomendasi Resmi untuk Masyarakat

Sejumlah rekomendasi disampaikan kepada masyarakat di sekitar Gunung Semeru guna mengurangi risiko bencana:

  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
  3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
Baca Juga:  Niat Baik Berujung Petaka, Motor Pinjaman Ringsek Usai Tabrak Pajero dan Rush di Kotawaringin Timur

Masyarakat diminta mematuhi batas radius bahaya demi keselamatan bersama. Pemantauan aktivitas Gunung Semeru terus dilakukan secara intensif, dan tingkat aktivitas dapat ditinjau kembali apabila terjadi perubahan signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *