Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menjadi perhatian setelah sejumlah gempa erupsi tercatat dalam laporan pengamatan terbaru. Gunung api yang dikenal sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa ini menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan dalam periode pemantauan terakhir.
Secara visual, kondisi gunung terlihat cukup jelas hingga akhirnya tertutup kabut pada level pengamatan 0–II. Pada periode tersebut, asap kawah tidak teramati oleh petugas pemantau.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar kawasan Gunung Semeru dilaporkan cerah hingga berawan. Arah angin terpantau lemah dan bergerak menuju barat daya, sehingga masih memungkinkan pengamatan visual dalam beberapa waktu.
Berdasarkan laporan klimatologi, suhu udara di sekitar kawasan gunung berada pada kisaran 22 hingga 23 derajat Celsius. Cuaca yang relatif cerah hingga berawan dengan hembusan angin lemah turut memengaruhi visibilitas dalam proses pemantauan aktivitas vulkanik.
Puluhan Gempa Vulkanik Terekam
Dari sisi aktivitas kegempaan, petugas mencatat sejumlah kejadian gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Rincian gempa yang tercatat antara lain:
- 18 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi gempa sekitar 78–205 detik.
- 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo sekitar 6 mm serta durasi 44–52 detik.
- 1 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2 mm dan lama getaran mencapai 745 detik.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di Gunung Semeru masih berlangsung dan memerlukan perhatian serta kewaspadaan dari masyarakat yang tinggal di kawasan sekitarnya.
Zona Bahaya Gunung Semeru
Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan terkait aktivitas gunung tersebut.
Beberapa zona yang harus dihindari antara lain:
- Sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
- Area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap lontaran material pijar saat terjadi erupsi.
Tidak hanya awan panas, aktivitas vulkanik di kawasan ini juga berpotensi memicu guguran lava serta aliran lahar, terutama saat hujan turun di wilayah puncak.
Beberapa aliran sungai yang perlu diwaspadai antara lain:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Selain sungai utama tersebut, anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur aliran lahar saat curah hujan tinggi terjadi di kawasan gunung.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di lereng dan sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi menjaga keselamatan.














