Media90 – Aktivitas terbaru dari Gunung Semeru menunjukkan kondisi visual gunung api tersebut masih dapat diamati dengan cukup jelas, meskipun sesekali tertutup kabut tipis.
Berdasarkan pengamatan terkini, tidak terlihat asap yang keluar dari kawah. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan hembusan angin lemah yang bergerak ke arah timur dan tenggara.
Suhu udara di kawasan gunung yang berada di wilayah Jawa Timur ini tercatat berkisar antara 19 hingga 21 derajat Celsius.
Tercatat 21 Kali Gempa Erupsi
Dalam laporan aktivitas kegempaan terbaru, sejumlah jenis gempa vulkanik terpantau terjadi di sekitar Gunung Semeru.
Aktivitas paling dominan berasal dari gempa letusan atau erupsi yang tercatat sebanyak 21 kali. Gempa tersebut memiliki amplitudo antara 12 hingga 23 milimeter dengan durasi gempa berkisar 71 hingga 187 detik.
Selain gempa erupsi, terdapat pula beberapa aktivitas seismik lain, yaitu:
- 2 kali gempa guguran dengan amplitudo sekitar 1 milimeter dan durasi 34 hingga 75 detik
- 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 hingga 7 milimeter serta durasi 51 hingga 63 detik
- 1 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi sekitar 295 detik
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terus berlangsung meskipun tidak selalu disertai letusan yang terlihat secara visual.
Zona Berbahaya yang Harus Dihindari
Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Semeru diminta mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.
Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sekitar aliran Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
Sungai yang Perlu Diwaspadai
Selain potensi erupsi, warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beberapa ancaman lain seperti awan panas, guguran lava, dan lahar.
Beberapa aliran sungai yang perlu mendapat perhatian antara lain:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui aliran lahar, terutama jika terjadi hujan di kawasan puncak gunung.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini dinilai berbahaya karena rawan terhadap lontaran material vulkanik seperti batu pijar saat terjadi erupsi.
Masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru guna mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin terjadi.














