Media90 – Dunia sepak bola Indonesia kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul desain ban kapten unik bertema Palestina yang digunakan oleh kapten tim PPSM Magelang dalam ajang Liga 4 Indonesia.
Desain tersebut merupakan karya ilustrator Indonesia, Azka Alfi. Karya ini langsung menarik perhatian publik setelah foto ban kapten itu beredar luas di media sosial. Banyak warganet memuji keberanian sekaligus pesan kemanusiaan yang disampaikan melalui dunia olahraga.
Ban kapten tersebut tidak sekadar menjadi atribut pertandingan biasa. Desain yang dibuat Azka Alfi memuat berbagai elemen visual yang menggambarkan identitas klub sekaligus bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Beberapa simbol yang dimasukkan dalam desain tersebut antara lain:
- Macan Tidar 1999, yang menjadi identitas kebanggaan PPSM Magelang
- Paku Bumi, lambang yang merepresentasikan klub
- Bendera Palestina
- Keffiyeh, kain tradisional yang sering menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina
- Semangka, simbol solidaritas yang kerap digunakan dalam gerakan dukungan Palestina
Perpaduan berbagai elemen tersebut membuat ban kapten ini memiliki makna lebih dari sekadar perlengkapan pertandingan. Desainnya memadukan identitas klub dengan pesan solidaritas global yang kuat.
Setelah desain tersebut dipublikasikan, respons positif langsung bermunculan dari berbagai kalangan di media sosial. Tidak hanya penggemar sepak bola, sejumlah netizen yang biasanya tidak mengikuti kompetisi sepak bola juga ikut memberikan apresiasi terhadap ide kreatif tersebut.
Banyak yang menilai langkah ini menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi media untuk menyuarakan nilai kemanusiaan. Hal serupa sebenarnya telah beberapa kali dilakukan oleh klub maupun kelompok suporter di berbagai negara melalui berbagai bentuk kampanye sosial.
Aksi yang dilakukan oleh Azka Alfi bersama PPSM Magelang juga dianggap sebagai bentuk dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina melalui cara yang kreatif dan damai.
Melalui desain ban kapten tersebut, pesan solidaritas dapat tersampaikan kepada publik yang lebih luas, termasuk para penonton sepak bola yang mengikuti pertandingan di Liga 4 Indonesia.
Sejumlah netizen bahkan berharap langkah seperti ini dapat menginspirasi klub-klub lain di Indonesia untuk melakukan aksi serupa, sehingga dunia olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap berbagai isu kemanusiaan di dunia.














