NASIONAL

Breaking! Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada

Avatar
23
×

Breaking! Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Breaking! Gunung Dukono Meletus Pagi Ini, Abu Vulkanik Membumbung Hingga 800 Meter
Breaking! Gunung Dukono Meletus Pagi Ini, Abu Vulkanik Membumbung Hingga 800 Meter

Media90 – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Dukono. Gunung yang berada di Maluku Utara ini dilaporkan mengalami erupsi pada Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 07.12 WIT. Hingga laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung, menandakan aktivitas gunung belum mereda.

Kolom Abu Tebal Mengarah ke Barat Laut
Dalam pengamatan terbaru, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.887 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak mengikuti arah angin menuju barat laut.

Ads
close ads

Letusan yang masih terjadi berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, terutama sebaran abu yang dapat berubah arah sewaktu-waktu tergantung kondisi angin. Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan, khususnya pada kesehatan pernapasan.

Baca Juga:  Viral Tren ‘Nderek Ibu’ Saat Bukber Ramadan 2026! Pose Tutup Setengah Wajah Pakai Jilbab Ternyata Berawal dari Ini

Zona Bahaya: Jangan Dekati Kawah
Pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan. Aktivitas apapun, termasuk pendakian, dilarang dilakukan dalam radius 4 km dari Kawah Malupang Warirang.

Selain menjauhi area berbahaya, warga juga diingatkan untuk:
• Selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut
• Mengantisipasi dampak abu vulkanik
• Mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat

Langkah ini penting untuk menghindari gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Karakter erupsi Gunung Dukono yang terjadi secara periodik membuat sebaran abu tidak bisa diprediksi secara pasti. Arah angin menjadi faktor utama yang menentukan wilayah terdampak, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

Tinggalkan Balasan