NASIONAL

Diduga Serangan Jantung, Pencari Janur Ditemukan Meninggal di Pohon Kelapa

4
×

Diduga Serangan Jantung, Pencari Janur Ditemukan Meninggal di Pohon Kelapa

Sebarkan artikel ini
Tragedi di Pohon Kelapa: Pencari Janur Ditemukan Tak Bernyawa Diduga Serangan Jantung
Tragedi di Pohon Kelapa: Pencari Janur Ditemukan Tak Bernyawa Diduga Serangan Jantung

Media90 – Seorang pria bernama Suharno (50), warga Desa Ujung-ujung, ditemukan meninggal dunia saat berada di atas pohon kelapa di area kebun pada Sabtu (14/3/2026). Korban diketahui sedang mencari janur ketika peristiwa tragis tersebut terjadi, sekitar 200 meter dari rumahnya di Kecamatan Pabelan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat Suharno berpamitan kepada keluarga pada Jumat (13/3/2026) untuk pergi ke kebun memetik janur, aktivitas yang rutin dilakukannya. Namun hingga sore hari, korban tidak kembali ke rumah.

Ads
close ads

Keluarga yang mulai khawatir kemudian mencari keberadaannya di sekitar rumah dan kebun, namun tidak berhasil menemukannya. Pencarian dilanjutkan pada Sabtu pagi, dan keluarga menemukan sandal milik Suharno di dekat pohon kelapa.

Baca Juga:  AIIP Luncurkan Whitepaper Strategis “Accelerating AI Adoption in Indonesia”

Kecurigaan keluarga pun meningkat, sehingga mereka memeriksa bagian atas pohon. Di sana, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, bersandar pada batang pohon kelapa.

Diduga Serangan Jantung

Kasat Reskrim Polres Semarang, Bodia Tedja Lelana, menjelaskan bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung saat masih berada di atas pohon.

Warga yang mengetahui kejadian sempat mencoba menurunkan korban secara mandiri, namun usaha itu tidak berhasil karena keterbatasan peralatan. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada tim Pemadam Kebakaran Pos Bringin dan Pos Tengaran serta tim rescue lainnya.

Evakuasi Jenazah

Evakuasi berhasil dilakukan dengan bantuan personel TNI, Polri, dan warga setempat. Setelah diturunkan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga:  Perayaan Wisuda untuk Anak-anak TK, SD, SMP, dan SMA; Kemendikbud Mengeluarkan Surat Edaran: Tidak Wajib dan Tanpa Beban Bagi Wali Murid

Proses evakuasi berlangsung lancar tanpa hambatan berarti, berkat kerja sama antara petugas dan warga di lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *