Media90 – Sebuah unggahan di media sosial belakangan menjadi sorotan publik setelah seorang pengguna internet menyinggung dugaan ketidaksesuaian harga produk susu yang dibagikan dalam program SPPG.
Akun @RadiantPineapple5838 menyampaikan sindiran kepada salah satu penyelenggara program tersebut, meskipun tidak menyebutkan secara rinci lokasi wilayah kegiatan. Unggahan ini kemudian memicu diskusi hangat di kalangan netizen karena menyinggung kemungkinan adanya markup harga.
Dalam unggahannya, pemilik akun menyoroti harga susu kotak merek Nobo yang disebut-sebut dibagikan dengan label harga Rp6.000. Namun, menurut keterangan yang disampaikan, harga tersebut dianggap tidak sesuai dengan label harga yang sebenarnya tercantum pada kemasan produk.
Pemilik akun menjelaskan bahwa pada kemasan susu Nobo terdapat label harga Rp3.000. Ia juga menambahkan bahwa dirinya memiliki warung yang menjual produk susu serupa, sehingga mengaku mengetahui kisaran harga produk tersebut di pasaran.
Selain itu, dalam foto yang diunggah terlihat kemasan susu Nobo yang dibagikan memiliki bagian yang dicoret dengan tinta hitam. Hal ini semakin menimbulkan pertanyaan dari netizen terkait keaslian dan prosedur distribusi produk.
Unggahan tersebut mengundang beragam reaksi. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan kemungkinan adanya kesalahan informasi atau perbedaan harga distribusi antar wilayah. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai unggahan tersebut maupun lokasi pasti program SPPG yang dimaksud.
Diskusi di media sosial ini menyoroti pentingnya transparansi dalam program distribusi produk agar publik tidak menilai adanya ketidaksesuaian harga atau praktik yang merugikan.














