NASIONAL

Erupsi Gunung Semeru 22 Februari 2026, Kolom Abu Capai 900 Meter

6
×

Erupsi Gunung Semeru 22 Februari 2026, Kolom Abu Capai 900 Meter

Sebarkan artikel ini
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 900 Meter, Radius 5 Km Harus Kosong
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 900 Meter, Radius 5 Km Harus Kosong

Media90 – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi, 22 Februari 2026, tepatnya pukul 07.04 WIB. Letusan kali ini menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 900 meter di atas puncak, atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak mengarah ke utara dan timur laut mengikuti arah angin.

Aktivitas Vulkanik Terekam Seismograf

Erupsi yang terjadi terekam jelas melalui alat seismograf dengan:

Baca Juga:  Peduli Anak Korban Banjir, Komdigi Dirikan Posko Pemulihan Trauma di Sumatera
  • Amplitudo maksimum: 22 mm
  • Durasi erupsi: 118 detik

Data tersebut menunjukkan adanya pelepasan energi vulkanik yang cukup signifikan. Secara visual, material abu tampak membumbung tinggi dan menyebar ke wilayah di sekitar lereng gunung.

Kondisi ini menandakan aktivitas vulkanik masih aktif dan perlu diwaspadai oleh masyarakat di kawasan rawan bencana.

Rekomendasi Resmi untuk Masyarakat

Sejumlah imbauan penting telah disampaikan kepada warga di sekitar Gunung Semeru untuk menjaga keselamatan:

1. Larangan Aktivitas di Sektor Tenggara

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena potensi awan panas dan aliran lahar dapat meluas hingga 17 km dari puncak.

Baca Juga:  SERAMBI 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Pesan Uang Baru Lebaran Lewat PINTAR

2. Radius 5 Km dari Kawah Harus Dikosongkan

Aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru tidak diperbolehkan.

Area ini sangat rawan terhadap lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.

3. Waspadai Awan Panas dan Lahar

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan, seperti:

  • Awan panas guguran
  • Aliran lava
  • Lahar hujan

Risiko ini terutama mengancam wilayah di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, antara lain:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat

Selain itu, sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur lahar saat terjadi hujan.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Warga di sekitar lereng Gunung Semeru diharapkan terus memantau perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak mendekati zona berbahaya yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Cari Kerja Makin Sulit di 2026: AI Kini Jadi Penentu Rekrutmen, Begini Strateginya

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *