Media90 – Telah terjadi gangguan teknis pada trafo 1250 kVA yang berdampak pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan II di Jalan Penjernihan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 02.15 WIB. Gangguan ini menyebabkan berkurangnya, bahkan terhentinya sementara suplai air bagi sebagian pelanggan di berbagai wilayah Jakarta.
Wilayah Terdampak
Gangguan ini memengaruhi sejumlah kelurahan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara, antara lain:
- Jakarta Pusat: Kebon Kelapa, Pasar Baru, Karang Anyar, Kartini, Setiabudi, Karet, Menteng, Gondangdia, Petojo Selatan, dan sebagian wilayah Kwitang, Senen.
- Jakarta Barat: Grogol, Jelambar, Tomang, Slipi, Kebon Jeruk, Kedoya Selatan, Palmerah, Kemanggisan.
- Jakarta Selatan: Menteng Atas, Manggarai, Manggarai Selatan, Senayan.
- Jakarta Utara: Ancol, Pluit, Penjaringan, Kampung Melayu, Pejagalan, Roa Malaka, Kali Anyar, Jembatan Besi, Pinangsia, Petojo Utara.
Sejumlah wilayah lain juga terdampak sebagian, terutama kawasan padat penduduk dan pusat bisnis.
Penanganan Cepat oleh PAM JAYA
Gangguan berhasil diatasi pada pukul 06.23 WIB. Meski demikian, proses normalisasi distribusi air masih berlangsung secara bertahap hingga suplai kembali ke kondisi normal.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.
“Kami memahami bahwa pasokan air adalah kebutuhan utama masyarakat. Seluruh tim operasional telah disiagakan untuk memastikan pemulihan distribusi berjalan optimal. PAM JAYA juga menyiapkan dukungan layanan bagi pelanggan selama proses pemulihan,” ujar Arief.
Dukungan Layanan bagi Pelanggan
Sebagai bentuk komitmen pelayanan, PAM JAYA menyediakan mobil tangki air gratis bagi:
- Pelanggan rumah tangga
- Rumah sakit
- Tempat ibadah
- Yayasan sosial
Pelanggan dapat mengajukan permintaan layanan melalui Call Center PAM JAYA di 1500 223.
Penutup
PAM JAYA menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menangani gangguan secara optimal, agar layanan distribusi air kembali normal secepat mungkin. Masyarakat diminta tetap tenang dan memanfaatkan fasilitas mobil tangki bila dibutuhkan.














