Media90 – Gunung Dukono kembali mengalami erupsi pada Minggu, 5 April 2026, tepat pukul 06.37 WIT. Letusan ini menghasilkan kolom abu yang cukup tinggi dan terlihat jelas dari kawasan sekitar gunung.
Berdasarkan laporan pemantauan, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 800 meter di atas puncak, atau sekitar 1.887 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat mengikuti arah angin.
Data Teknis Letusan dari Seismograf
Aktivitas erupsi Gunung Dukono juga terekam melalui alat seismograf dengan rincian sebagai berikut:
- Amplitudo maksimum: 15 mm
- Durasi erupsi: 55,95 detik
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berlangsung aktif, meskipun tidak tergolong sebagai letusan besar.
Sebaran Abu Vulkanik Sulit Diprediksi
Karakter erupsi Gunung Dukono yang bersifat periodik membuat sebaran abu vulkanik tidak menentu. Arah penyebaran abu sangat dipengaruhi oleh:
- Kecepatan angin
- Arah angin di sekitar gunung
Kondisi ini menyebabkan wilayah terdampak abu dapat berubah sewaktu-waktu.
Imbauan Penting untuk Warga dan Wisatawan
Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi demi keselamatan masyarakat:
- Warga dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang
- Masyarakat diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang cukup sering mengalami erupsi. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar wilayah diminta untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan resmi, serta terus memantau informasi terbaru dari pihak berwenang.
Tetap update informasi aktivitas gunung api dan bagikan kabar ini kepada keluarga serta kerabat agar semua tetap aman dan siaga.














