Media90 – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Semeru pada Selasa, 7 April 2026. Letusan tercatat pada pukul 06.19 WIB dengan kolom abu yang cukup signifikan, menandakan aktivitas gunung masih berada pada level tinggi.
Kolom Abu Tebal Mengarah ke Barat
Hasil pengamatan menunjukkan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak, atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah barat mengikuti arah angin.
Erupsi ini juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi gempa selama 152 detik. Data tersebut mengindikasikan adanya tekanan magma yang masih aktif di dalam tubuh gunung.
Zona Berbahaya: Besuk Kobokan hingga 13 Km
Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat. Wilayah yang harus dihindari antara lain sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak.
Bahkan di luar zona tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km. Selain itu, warga juga dilarang berada dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena berisiko terkena lontaran material pijar saat erupsi terjadi.
Potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai meliputi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar hujan. Wilayah berisiko tinggi berada di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Imbauan untuk Masyarakat
Warga di sekitar Gunung Semeru diminta untuk:
• Tidak melakukan aktivitas di zona bahaya
• Menghindari aliran sungai yang berhulu dari puncak
• Selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang
Langkah ini penting untuk meminimalisir risiko dan memastikan keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru.














