Media90 – Aktivitas Gunung Semeru kembali menjadi sorotan setelah tercatat puluhan gempa erupsi dalam periode pengamatan terbaru. Meski kondisi visual gunung sempat tertutup kabut, data kegempaan menunjukkan dinamika vulkanik yang tidak bisa diabaikan.
Letusan Mendominasi Aktivitas
Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas erupsi Gunung Semeru terpantau cukup intens dengan rincian:
- 27 kali gempa letusan/erupsi
- Amplitudo: 12–22 mm
- Durasi: 87–176 detik
Selain itu, juga tercatat:
- 2 kali gempa guguran
- 7 kali gempa hembusan
- 3 kali gempa harmonik
- 1 kali gempa tektonik jauh
Frekuensi gempa ini mengindikasikan tekanan di dalam gunung masih aktif dan berpotensi memicu aktivitas lanjutan.
Kondisi Visual dan Cuaca
Selama periode pengamatan, puncak Gunung Semeru terpantau:
- Tertutup kabut tipis hingga sedang (0–II)
- Asap kawah tidak teramati
Sementara kondisi cuaca di sekitar lokasi:
- Cerah hingga berawan
- Angin lemah ke arah utara dan timur laut
- Suhu udara berkisar 20–21°C
Zona Bahaya Diperluas
Pusat Vulkanologi memberikan peringatan serius terkait potensi bahaya lanjutan, terutama di jalur aliran lahar dan awan panas. Sejumlah wilayah yang harus dihindari antara lain:
- Sektor tenggara (Besuk Kobokan) hingga 13 km dari puncak
- Area sempadan sungai sejauh 500 meter dari Besuk Kobokan
(berpotensi terdampak hingga 17 km akibat perluasan awan panas dan lahar) - Radius 5 km dari kawah/puncak karena berisiko lontaran batu pijar
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada di sepanjang aliran sungai:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi awan panas guguran, aliran lava, hingga lahar hujan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan turun di wilayah gunung.
Imbauan untuk Masyarakat
Warga di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau untuk:
- Tidak beraktivitas di zona terlarang
- Menjauhi aliran sungai yang berhulu dari puncak
- Waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat memicu lahar
- Selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang
Meski tidak ada peningkatan visual signifikan, aktivitas internal Gunung Semeru masih tinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi menjadi hal penting demi keselamatan bersama.














