Media90 – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 4 April 2026 dini hari. Letusan terjadi sekitar pukul 00.24 WIB dengan kolom abu teramati mencapai ketinggian ±800 meter di atas puncak.
Peristiwa ini menambah daftar aktivitas vulkanik terkini dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut yang masih menunjukkan peningkatan aktivitas.
Kolom Abu Mengarah ke Selatan
Berdasarkan laporan pengamatan, kolom abu terlihat berwarna putih dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah selatan. Ketinggian kolom letusan tercatat sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.
Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung. Masyarakat di wilayah sekitar diminta untuk tetap siaga terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Zona Bahaya yang Harus Dihindari
Untuk mengurangi risiko, sejumlah rekomendasi penting dikeluarkan bagi warga maupun pendaki:
- Dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari pusat erupsi.
- Menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan, karena potensi awan panas dan aliran lahar dapat meluas hingga 17 km dari puncak.
- Tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Waspadai Lahar dan Awan Panas
Selain lontaran material vulkanik, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan yang dapat mengalir melalui sejumlah sungai, antara lain:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Penggunaan masker disarankan jika terjadi hujan abu, dan segera menjauh dari area berbahaya apabila situasi memburuk.
Erupsi Gunung Semeru ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi aktivitas vulkanik yang masih terus berlangsung di wilayah tersebut.














