Media90 – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Semeru pada Minggu, 5 April 2026 pukul 02.02 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu tebal yang cukup tinggi dan terpantau mengarah ke wilayah barat.
Berdasarkan hasil pengamatan, tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu yang keluar berwarna kelabu pekat, menandakan intensitas letusan yang cukup signifikan.
Data Seismik: Durasi Letusan Lebih dari 3 Menit
Aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf dengan rincian:
- Amplitudo maksimum: 22 mm
- Durasi erupsi: 209 detik (lebih dari 3 menit)
Durasi letusan yang cukup lama ini menunjukkan adanya tekanan kuat dari aktivitas magma di dalam gunung.
Sebaran Abu Mengarah ke Barat
Abu vulkanik bergerak ke arah barat mengikuti kondisi angin di sekitar puncak. Hal ini berpotensi berdampak pada wilayah yang berada di jalur sebaran, terutama terkait kualitas udara serta jarak pandang.
Zona Bahaya Semeru: Wilayah yang Harus Dihindari
Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah larangan dan imbauan penting:
1. Sektor Tenggara (Besuk Kobokan)
- Dilarang beraktivitas sejauh 13 km dari puncak
- Area sempadan sungai sejauh 500 meter wajib dikosongkan
- Potensi bahaya dapat meluas hingga 17 km akibat awan panas dan lahar
2. Radius Kawah/Puncak
- Aktivitas dilarang dalam radius 5 km
- Risiko utama berupa lontaran batu pijar
3. Jalur Aliran Sungai Rawan
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Potensi Bahaya Lanjutan
Gunung Semeru dikenal memiliki aktivitas vulkanik tinggi dengan sejumlah potensi bahaya lanjutan, antara lain:
- Awan panas guguran
- Aliran lava
- Banjir lahar saat hujan turun
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan dari pihak berwenang, serta terus memantau informasi resmi terbaru dan tidak mendekati zona terlarang demi keselamatan bersama.














