Media90 – Gunung berapi aktif di Jawa Timur, Gunung Semeru, kembali mengalami erupsi pada Minggu, 15 Maret 2026 pagi. Letusan tercatat terjadi sekitar pukul 06.32 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan pengamatan petugas pos gunung api, kolom abu yang keluar dari kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal. Arah sebaran abu vulkanik bergerak ke timur hingga tenggara mengikuti arah angin di sekitar gunung.
Aktivitas Erupsi Terekam Seismograf
Letusan Semeru juga terekam jelas melalui alat pemantau aktivitas vulkanik. Data seismograf menunjukkan:
- Amplitudo maksimum: 22 mm
- Durasi gempa: sekitar 133 detik
Catatan ini menegaskan bahwa aktivitas vulkanik di gunung tertinggi Pulau Jawa tersebut masih berlangsung.
Zona Berbahaya yang Harus Dihindari
Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung diminta meningkatkan kewaspadaan. Otoritas vulkanologi mengeluarkan rekomendasi keselamatan khusus bagi warga, terutama yang berada di wilayah rawan aliran material vulkanik.
Beberapa area yang harus dihindari antara lain:
- Sektor Tenggara Besuk Kobokan
- Warga dilarang beraktivitas sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak Semeru.
- Di luar radius tersebut, tetap tidak diperbolehkan berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi dilalui awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak.
- Radius Kawah Gunung
- Area dalam radius 5 km dari kawah harus dikosongkan.
- Zona ini berbahaya karena kemungkinan terjadi lontaran batu pijar saat erupsi.
Potensi Bahaya yang Harus Diwaspadai
Selain abu vulkanik, warga juga diminta waspada terhadap beberapa ancaman lain dari aktivitas Semeru, termasuk:
- Awan panas guguran
- Aliran lava
- Banjir lahar hujan
Wilayah yang paling berisiko berada di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak, khususnya:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui material lahar apabila terjadi hujan di kawasan puncak.
Imbauan untuk Masyarakat
Warga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan. Pemantauan aktivitas Gunung Semeru terus dilakukan guna mengantisipasi potensi erupsi lanjutan.














