NASIONAL

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 500 Meter

5
×

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 500 Meter

Sebarkan artikel ini
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 500 Meter, Warga Diminta Menjauh 5 Km
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 500 Meter, Warga Diminta Menjauh 5 Km

Media90 – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Semeru pada Rabu pagi, 11 Maret 2026. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi sekitar pukul 07.06 WIB, dengan kolom abu yang terpantau mencapai sekitar 500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan pengamatan petugas, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal. Abu vulkanik tersebut bergerak menuju arah timur laut, mengikuti arah hembusan angin di kawasan gunung.

Erupsi Terekam di Seismograf Selama 102 Detik

Letusan yang terjadi di Gunung Semeru juga terekam jelas oleh alat pemantau kegempaan milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca Juga:  Perayaan Jalan Sehat HUT ke-341 Bandar Lampung: Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, Memeriahkan Jalan Sehat HUT ke-341 dengan Hadiah Menarik

Berdasarkan data seismograf, aktivitas erupsi tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Amplitudo maksimum: 21 mm
  • Durasi erupsi: sekitar 102 detik

Rekaman ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik gunung masih berlangsung dan memerlukan pemantauan intensif oleh petugas pengamatan gunung api.

Zona Berbahaya di Besuk Kobokan Hingga 13 Km

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk dalam zona rawan bahaya erupsi.

Area yang paling berisiko berada di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dengan jarak hingga 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat aktivitas erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Hal ini karena potensi awan panas dan aliran lahar dapat meluas hingga sekitar 17 kilometer dari puncak gunung.

Baca Juga:  Pekerja Bisa Tarik 30% Saldo JHT untuk Cicil Rumah Mulai 2026, Ini Penjelasannya

Radius 5 Kilometer dari Kawah Harus Dikosongkan

PVMBG juga menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan berada dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Zona tersebut berpotensi terkena lontaran material vulkanik atau batu pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu saat erupsi berlangsung. Oleh karena itu, seluruh aktivitas pendakian maupun kegiatan lain di kawasan tersebut dilarang demi keselamatan.

Selain ancaman lontaran material, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai meliputi awan panas guguran, lava pijar, dan aliran lahar yang dapat mengikuti jalur sungai yang berhulu di puncak gunung.

Beberapa sungai yang perlu mendapat perhatian antara lain:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat
Baca Juga:  Suasana Duka Selimuti Klaten, Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Wafat di Usia 33 Tahun

Anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur aliran lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan gunung.

Warga yang tinggal di sekitar wilayah Lumajang dan kawasan lereng Gunung Semeru diminta untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi.

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memastikan informasi terbaru mengenai aktivitas gunung akan terus diperbarui. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan resmi dari instansi terkait agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *