Media90 – Gunung Api Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Senin pagi, 9 Februari 2026. Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 05.50 WIB, dengan kolom letusan teramati setinggi ±500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut. Arah sebaran ini menandakan potensi dampak material vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru.
Erupsi Terekam Seismograf, Aktivitas Masih Signifikan
Aktivitas erupsi Gunung Semeru terekam jelas melalui peralatan pemantauan kegempaan. Berdasarkan data seismograf, erupsi tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Amplitudo maksimum: 22 mm
- Durasi erupsi: 113 detik
- Karakter kolom abu: Tebal, berwarna kelabu
- Arah sebaran: Timur laut
Data ini menunjukkan bahwa aktivitas erupsi masih tergolong signifikan dan memerlukan pemantauan lanjutan oleh pihak berwenang.
Zona Berbahaya yang Harus Dihindari Warga
Seiring terjadinya erupsi, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta untuk mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan guna menghindari risiko bencana lanjutan.
Sektor Tenggara – Besuk Kobokan
- Warga dilarang beraktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
- Di luar jarak tersebut, aktivitas juga tidak diperbolehkan dalam radius 500 meter dari tepi sungai.
- Potensi bahaya berupa awan panas dan aliran lahar dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak.
Radius Kawah Semeru
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
- Area ini rawan terhadap lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.
Waspada Awan Panas dan Lahar di Aliran Sungai
Selain itu, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, antara lain:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan, terutama saat turun hujan di kawasan puncak.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk terus memantau pembaruan aktivitas vulkanik hari ini serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan demi melindungi diri dan keluarga dari dampak erupsi.














