Media90 – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat, 13 Maret 2026 pagi. Letusan tersebut tercatat terjadi sekitar pukul 05.58 WIB dengan kolom abu vulkanik yang terlihat cukup jelas dari puncak gunung.
Menurut laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom letusan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, atau sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah utara. Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung dan terus dipantau oleh petugas.
Arah Sebaran Abu Vulkanik
Berdasarkan pengamatan petugas PVMBG, abu vulkanik dari erupsi tersebut bergerak ke arah utara. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat yang berada di wilayah tersebut karena abu vulkanik dapat memengaruhi kualitas udara serta mengurangi jarak pandang.
Gunung Semeru sendiri merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa dan dikenal memiliki aktivitas vulkanik yang cukup tinggi dibandingkan gunung lainnya di kawasan tersebut.
Wilayah yang Harus Dihindari Masyarakat
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk menjaga keselamatan masyarakat di sekitar gunung.
Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Area ini dinilai berpotensi dilanda awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena aliran lahar dapat meluas hingga 17 kilometer dari puncak gunung.
Radius Bahaya di Sekitar Kawah
Selain kawasan aliran sungai, PVMBG juga menetapkan zona berbahaya di sekitar puncak gunung.
Masyarakat dan para pendaki dilarang mendekati area dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.
Potensi Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bahaya vulkanik, di antaranya:
- Awan panas guguran
- Aliran lava
- Lahar hujan
Potensi bahaya tersebut terutama dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung, seperti:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Selain itu, lahar juga dapat mengalir melalui anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan.
Imbauan bagi Masyarakat
Masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta tidak mendekati area yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.
Pemantauan aktivitas Gunung Semeru terus dilakukan oleh petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi guna memastikan perkembangan terbaru terkait aktivitas vulkanik gunung tersebut.














