Media90 – Aktivitas vulkanik kembali tercatat di Gunung Semeru pada Senin pagi. Letusan terjadi sekitar pukul 05.41 WIB, menghasilkan kolom abu tebal yang membumbung tinggi dari puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Erupsi terekam jelas melalui alat pemantau aktivitas gunung api, menunjukkan durasi yang cukup signifikan.
Kolom Abu Tebal Mengarah ke Barat dan Barat Daya
Letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal, sedangkan arah sebarannya bergerak ke barat dan barat daya, mengikuti arah angin saat erupsi berlangsung.
Data pemantauan menunjukkan amplitudo maksimum 10 mm dengan durasi sekitar 124 detik, menandakan adanya tekanan magma yang cukup kuat di dalam gunung. Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar kawasan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan.
Zona Bahaya Diperluas, Ini Rinciannya
Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan:
- Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak.
- Hindari area sempadan sungai dalam jarak 500 meter dari aliran Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km.
- Tidak diperbolehkan berada dalam radius 5 km dari kawah karena risiko lontaran material pijar.
Selain abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya lain, seperti awan panas, guguran lava, hingga aliran lahar. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.
Tetap Siaga dan Ikuti Informasi Resmi
Dengan aktivitas erupsi yang masih berpotensi terjadi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun siaga, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga penting untuk mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan agar terhindar dari risiko bencana.














