Media90 – Banyak orang baru menyadari betapa borosnya penggunaan listrik di rumah ketika tagihan bulanan datang dengan angka yang terasa tak masuk akal. Tak jarang, reaksi pertama adalah menyalahkan kenaikan tarif listrik. Padahal, dalam banyak kasus, lonjakan biaya justru dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele dan sering luput dari perhatian.
Tanpa disadari, cara menggunakan—dan membiarkan—perangkat elektronik di rumah dapat membuat konsumsi listrik terus berjalan, meski sebenarnya tidak sedang dibutuhkan. Jika dibiarkan, kebiasaan ini akan menumpuk dari waktu ke waktu dan berujung pada tagihan yang semakin membengkak. Sebaliknya, dengan kebiasaan yang tepat, konsumsi listrik bisa ditekan sehingga pengeluaran tetap terkendali.
Membiarkan Perangkat Menyala Meski Tidak Digunakan
Salah satu penyebab utama pemborosan listrik adalah membiarkan perangkat elektronik tetap menyala meskipun tidak sedang digunakan. Lampu yang lupa dimatikan, televisi yang terus menyala tanpa ditonton, kipas angin atau AC yang bekerja di ruangan kosong—semuanya tetap mengonsumsi daya selama dalam kondisi menyala.
Mungkin dampaknya tidak langsung terasa dalam satu atau dua hari. Namun, jika kebiasaan ini terjadi terus-menerus, akumulasi konsumsi listriknya akan sangat terasa saat tagihan bulanan tiba. Oleh karena itu, membiasakan diri mematikan perangkat elektronik ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk menghemat listrik.
Perangkat Tetap Tercolok di Stop Kontak
Selain membiarkan perangkat menyala, kebiasaan lain yang sering diabaikan adalah membiarkan peralatan elektronik tetap terhubung ke stop kontak meski sedang tidak dipakai. Banyak orang melakukan ini demi kepraktisan, agar tidak perlu mencolok ulang saat ingin menggunakannya kembali.
Padahal, kebiasaan ini memicu pemborosan listrik tersembunyi. Perangkat yang tetap tercolok akan tetap menyedot daya meskipun dalam kondisi mati. Fenomena ini dikenal sebagai vampire energy atau phantom electricity, yaitu konsumsi listrik yang terjadi tanpa disadari oleh pengguna.
Secara kasat mata, konsumsi listrik dari satu perangkat mungkin terlihat kecil. Namun, jika di rumah terdapat banyak perangkat yang terus tercolok sepanjang hari, total energi yang terbuang bisa sangat besar.
Perangkat yang Menyedot Listrik Secara Diam-Diam
Ada banyak perangkat rumah tangga yang termasuk dalam kategori penyedot listrik tersembunyi. Beberapa di antaranya adalah pengisi daya ponsel dan laptop, televisi, monitor komputer, microwave, oven, air fryer, printer, scanner, modem internet, mesin cuci, konsol game, jam elektrik, hingga pemutar DVD.
Semua perangkat tersebut tetap mengonsumsi listrik selama terhubung dengan stop kontak, meskipun tidak sedang digunakan. Bahkan, organisasi lingkungan asal Amerika Serikat, Natural Resources Defense Council (NRDC), pernah memperkirakan bahwa kebiasaan membiarkan perangkat elektronik tercolok selama 24 jam dapat menghabiskan biaya hingga ratusan dolar per tahun.
Mulai Biasakan Mencabut Perangkat Elektronik
Salah satu langkah paling efektif untuk menekan konsumsi listrik adalah membiasakan diri mencabut peralatan elektronik dari stop kontak setelah selesai digunakan. Banyak perangkat rumah tangga sebenarnya tidak perlu selalu tersambung ke sumber listrik sepanjang hari.
Televisi, komputer, speaker, microwave, mesin cuci, hingga konsol game dapat dicabut setelah digunakan untuk menghentikan aliran listrik yang tidak diperlukan. Kebiasaan ini juga berlaku untuk pengisi daya. Charger ponsel atau laptop yang dibiarkan menancap tetap mengonsumsi listrik, meskipun tidak sedang mengisi daya. Setelah baterai penuh, sebaiknya charger segera dicabut.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Menghemat listrik tidak selalu membutuhkan teknologi mahal atau perubahan besar. Langkah sederhana seperti mematikan perangkat saat tidak digunakan dan mencabut colokan dari stop kontak bisa memberikan dampak nyata pada pengeluaran bulanan.
Selain membuat tagihan listrik lebih hemat, kebiasaan ini juga membantu mengurangi pemborosan energi dan memberi dampak positif bagi lingkungan. Pada akhirnya, besar kecilnya pengeluaran listrik rumah tangga sangat ditentukan oleh kebiasaan penggunanya sendiri.
Dengan kesadaran dan konsistensi, rumah tetap nyaman tanpa harus khawatir tagihan listrik melonjak setiap bulan. Jika kebiasaan kecil ini dilakukan secara rutin, hasilnya akan terasa besar dalam jangka panjang.














