Media90 – Arus lalu lintas di Jembatan Kanal Banjir Timur (KBT) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, dilaporkan mengalami kemacetan parah pada Senin pagi, 2 Februari 2026. Kepadatan mulai terasa sejak jam keberangkatan kerja, membuat pergerakan kendaraan di lokasi tersebut nyaris terhenti.
Kondisi ini memicu antrean panjang, baik dari arah Jakarta menuju wilayah perbatasan maupun sebaliknya. Sejumlah pengendara mengaku terjebak cukup lama di atas jembatan akibat arus lalu lintas yang stagnan.
Viral di Media Sosial
Kemacetan di Jembatan KBT Rorotan terekam dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial. Dari unggahan yang viral, terlihat ribuan sepeda motor dan mobil memadati badan jembatan hingga nyaris tidak menyisakan ruang gerak.
Bahkan, beberapa pengendara terlihat mematikan mesin kendaraan karena antrean tidak kunjung bergerak. Unggahan dari akun @jktinfo dan @ilhamapriyanto memperlihatkan situasi lalu lintas yang sangat padat, dengan kendaraan saling berhimpitan tanpa celah.
Jalur Vital Penghubung Wilayah Perbatasan
Jembatan KBT Rorotan dikenal sebagai jalur utama penghubung wilayah perbatasan, khususnya bagi warga yang beraktivitas dari arah Bekasi menuju Jakarta maupun sebaliknya. Pada hari kerja, jembatan ini menampung volume kendaraan yang tinggi.
Tak heran jika kawasan tersebut kerap menjadi titik kemacetan, terutama pada jam masuk kantor. Namun, kondisi pada Senin pagi ini disebut jauh lebih parah dibandingkan biasanya.
Keluhan Pengendara Bermunculan
Sejumlah warganet turut menyampaikan keluhan mereka melalui media sosial. Salah satu pengguna menggambarkan kondisi lalu lintas pagi itu sebagai situasi yang tidak biasa.
“Kondisinya sudah kayak semut, padat banget gak kayak biasanya,” tulis seorang netizen.
Ungkapan tersebut menggambarkan betapa rapatnya kendaraan yang terjebak di atas jembatan.
Penyebab Kemacetan
Lonjakan volume kendaraan pada jam masuk kerja disebut menjadi faktor utama terjadinya kemacetan parah. Arus kendaraan yang datang secara bersamaan dari berbagai arah membuat kapasitas jembatan tidak mampu menampung pergerakan lalu lintas.
Kepadatan ini bahkan dilaporkan menjalar ke sejumlah ruas jalan di sekitar Jembatan KBT Rorotan, sehingga pengendara diimbau mencari jalur alternatif dan mengantisipasi waktu tempuh yang lebih lama.














