Media90 – Media Jepang, Yomiuri Shimbun, kembali menjadi sorotan publik Indonesia. Setelah sebelumnya viral terkait foto Presiden Prabowo Subianto yang disebut-sebut terpotong dalam pemberitaan, kini surat kabar tersebut trending karena membahas kebijakan pemerintah Indonesia terkait konflik di Gaza.
Dalam laporannya, Yomiuri Shimbun menyoroti perdebatan yang muncul di Indonesia mengenai rencana pengiriman ribuan pasukan ke wilayah konflik tersebut.
Rencana Pengiriman Pasukan Jadi Sorotan
Laporan menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia mempertimbangkan pengiriman sekitar 8.000 tentara ke Gaza. Langkah ini dikaitkan dengan keterlibatan Presiden Prabowo dalam forum perdamaian internasional yang disebut “Board of Peace”, yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Banyak pihak di Indonesia menilai kebijakan ini bertentangan dengan posisi historis Indonesia yang selama ini konsisten mendukung Palestina. Isu ini memicu perdebatan luas di dalam negeri, di mana sejumlah kalangan mempertanyakan apakah pengiriman pasukan benar-benar akan memberikan kontribusi nyata bagi perjuangan Palestina.
Selain itu, ada pula pihak yang menilai bahwa gagasan konferensi perdamaian Gaza yang digagas Amerika Serikat belum tentu menghasilkan solusi konkret bagi kemerdekaan Palestina. Penolakan terhadap konferensi ini disebut cukup kuat di Indonesia.
Kritik dari Tokoh Agama dan Masyarakat
Kritik juga datang dari kalangan tokoh agama. Beberapa perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia menilai bahwa konsep perdamaian yang diusulkan tidak memberikan kemerdekaan nyata bagi Palestina. Karena itu, mereka meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pengiriman pasukan ke Gaza.
Di tengah berbagai tanggapan, Yomiuri Shimbun juga menyebut bahwa Presiden Prabowo memberi sinyal akan meninjau kembali rencana tersebut. Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap pandangan masyarakat terkait kebijakan luar negeri Indonesia dalam konflik Gaza.
Demikian informasi mengenai Yomiuri Shimbun yang kembali trending setelah menyoroti rencana Presiden Prabowo mengirim 8.000 tentara Indonesia ke Gaza, sebuah kebijakan yang memicu perdebatan luas di tanah air.














