Media90 – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri Rapat Kerja Pemerintah yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Tito hadir didampingi tiga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), yakni Ribka Haluk, Bima Arya Sugiarto, dan Akhmad Wiyagus, serta seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kemendagri.
Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas capaian pemerintah dalam menjaga dan mengendalikan arah pembangunan nasional, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Di tahun pertama kita tidak dapat dipungkiri, kita telah mencapai tonggak-tonggak prestasi yang nyata. Di tengah prestasi ini, kita menghadapi keadaan dunia yang penuh dengan konflik dan peperangan yang menimbulkan goncangan stabilitas global,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah mampu mengendalikan arah pembangunan nasional dan melewati berbagai tantangan global dengan baik. Selama satu setengah tahun terakhir, pemerintah dinilai berhasil menunjukkan kinerja positif dalam melaksanakan program dan kebijakan untuk kepentingan bangsa.
“Alhamdulillah kita dapat mengendalikan arah perkembangan bangsa. Kita mampu melewati berbagai risiko, dan telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, handal, serta mampu melaksanakan tugas bernegara dengan baik,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan meski dunia tengah menghadapi krisis, kondisi Indonesia relatif stabil. “Saya telah mempelajari angka-angka dan laporan dari para menteri. Ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tetapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya,” tambahnya.
Rapat kerja ini menjadi momentum penguatan sinergi seluruh jajaran pemerintahan, peningkatan kecepatan eksekusi, dan memastikan setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Selain jajaran Kemendagri, rapat turut dihadiri anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Forum ini menjadi ajang evaluasi kinerja sekaligus konsolidasi pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.














