Media90 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan dari Purworejo, Jawa Tengah, ramai beredar di media sosial. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada transparansi informasi yang ditampilkan dalam satu paket makanan, mulai dari rincian harga hingga kandungan gizinya.
Unggahan tersebut memperlihatkan distribusi menu MBG dari SPPG Sucenjurutengah edisi Kamis, 26 Februari 2026. Dalam foto yang beredar, terlihat komposisi makanan lengkap beserta harga satuan dari setiap item yang disajikan.
Tak butuh waktu lama, wilayah Purworejo pun menjadi perbincangan hangat. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai contoh keterbukaan informasi dalam pelaksanaan program MBG yang bisa ditiru oleh daerah lain.
Rincian Harga Menu Porsi Kecil
Dalam satu paket yang dibagikan, terdapat beberapa jenis makanan dengan rincian harga sebagai berikut:
- Roti Abon: Rp 2.500
- Telur Asin: Rp 3.000
- Kacang Koro: Rp 917
- Jeruk: Rp 2.300
Jika dijumlahkan, total harga bahan baku untuk satu porsi mencapai sekitar Rp 8.717. Nominal ini dinilai cukup terjangkau, terlebih menu tersebut tetap mengandung kombinasi gizi yang seimbang, mulai dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, hingga buah segar.
Informasi Gizi Dicantumkan
Menariknya, kemasan makanan tersebut juga dilengkapi dengan informasi kandungan nutrisi per porsi. Data yang tercantum meliputi:
- Energi: 492 kkal
- Protein: 19,1 gram
- Lemak: 25 gram
- Karbohidrat: 45,4 gram
- Serat: 0,5 gram
Penyertaan informasi gizi ini menjadi perhatian publik, karena jarang ditemukan dalam program bantuan pangan serupa. Hal ini dianggap sebagai langkah edukatif sekaligus bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
Selain itu, terdapat pula imbauan agar makanan segera dikonsumsi pada hari yang sama setelah waktu berbuka puasa, mengingat distribusi dilakukan selama bulan Ramadan.
Respons Warganet
Unggahan tersebut pun menuai beragam komentar dari netizen. Sebagian besar memberikan apresiasi terhadap transparansi yang ditampilkan.
“Transparan sekali sampai ada harga satuannya. Jadi tahu kalau makan bergizi itu tidak harus mahal,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa keterbukaan informasi dalam program publik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang dengan biaya yang tetap terjangkau.














