NASIONAL

Pemprov Banten Ungkap Penyebab Harga Minyak Kita Melampaui HET Menjelang Idul Fitri 2026

Luluk RJMP
78
×

Pemprov Banten Ungkap Penyebab Harga Minyak Kita Melampaui HET Menjelang Idul Fitri 2026

Sebarkan artikel ini
Pemprov Banten Ungkap Faktor di Balik Harga Minyak Kita yang Tinggi dari HET
Pemprov Banten Ungkap Faktor di Balik Harga Minyak Kita yang Tinggi dari HET

Media90 – Pemerintah Provinsi Banten menemukan penyebab tingginya harga Minyak Kita di pasar tradisional menjelang Idul Fitri 2026.

Menurut Asisten Daerah III Pemprov Banten, Budi Santoso, lonjakan harga minyak goreng ini disebabkan oleh dua faktor utama.

Ads
close ads

Faktor pertama, pedagang pengecer membeli Minyak Kita dari agen, bukan langsung dari Bulog. Akibatnya, mereka mendapatkan minyak dengan harga yang sudah di atas harga wajar yang ditetapkan pemerintah. Padahal, saat ini pengecer seharusnya bisa membeli langsung dari Bulog sehingga mendapat harga yang dianjurkan pemerintah.

Faktor kedua, Bulog mendistribusikan Minyak Kita ke agen, bukan langsung ke pengecer. Rantai distribusi yang lebih panjang ini membuat harga minyak goreng semakin tinggi sebelum sampai ke konsumen.

Baca Juga:  BRI KC Otista Gelar Program “Racing BRImo” untuk Dorong Digitalisasi Pegawai BKN

Dampaknya terlihat jelas di pasar tradisional, seperti Pasar Baros dan Pasar Induk Rau, di mana harga Minyak Kita kini berada di kisaran Rp20.000–Rp22.000 per liter. Padahal, harga seharusnya hanya sekitar Rp14.000 per liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Jelas ini tidak sesuai dengan harga eceran yang ditetapkan pemerintah,” ujar Budi.

Meski harga yang tinggi membuat konsumen menanggung biaya lebih, Budi menegaskan bahwa pedagang atau pengecer tidak bisa disalahkan. Mereka hanya menyesuaikan harga berdasarkan harga beli dari agen yang sudah lebih tinggi. Namun, jika pedagang menerima harga rendah tetapi sengaja menjual dengan harga sangat tinggi untuk meraup keuntungan berlipat, maka hal itu akan berbeda.

Baca Juga:  Bimtek Anggota DPRD Tulangbawang Barat: Meningkatkan Kapasitas dan Penguatan Kinerja untuk Kemajuan

Pemprov Banten berencana menelusuri lebih lanjut penyebab harga Minyak Kita yang tinggi menjelang Lebaran agar mekanisme distribusi bisa lebih efisien dan harga kembali sesuai HET.

Sementara itu, Budi memastikan bahwa stok pangan di Banten masih aman untuk menghadapi kebutuhan masyarakat selama Idul Fitri 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *