Media90 – Sebuah unggahan viral di media sosial memicu perdebatan panas di kalangan warganet. Bukan soal fasilitas, melainkan perilaku pengunjung dewasa di sebuah playground yang dinilai mengganggu fungsi utama area bermain tersebut.
Alih-alih menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak, wahana bermain itu justru dipenuhi oleh orang tua yang duduk santai di dalam area permainan. Unggahan yang ramai diperbincangkan di platform Threads memperlihatkan sejumlah pendamping anak berkumpul dan memenuhi ruang bermain.
Padahal, tiket pendamping sejatinya digunakan untuk mengawasi anak, bukan menjadikan area tersebut sebagai tempat bersantai atau berkumpul.
Menurut kesaksian pengunjung, kondisi ini berdampak langsung pada anak-anak. Mereka menjadi ragu bahkan takut untuk bermain karena area yang seharusnya bebas justru terasa sempit dan tidak nyaman. Beberapa anak terlihat canggung saat harus melewati kerumunan orang dewasa yang duduk berkelompok tanpa memperhatikan sekitar.
Tak hanya soal kenyamanan, aspek kebersihan juga menjadi sorotan. Dalam unggahan tersebut, terlihat adanya sampah makanan yang ditinggalkan di area bermain. Kondisi ini dinilai berisiko, mengingat playground merupakan tempat di mana anak-anak sering bersentuhan langsung dengan lantai maupun fasilitas permainan.
Reaksi keras pun bermunculan dari netizen. Banyak yang menyayangkan perilaku tersebut karena dianggap mencerminkan kurangnya kesadaran akan etika di ruang publik. Sejumlah komentar menegaskan bahwa orang tua seharusnya memberikan contoh yang baik, bukan justru mengabaikan kenyamanan bersama.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa fasilitas umum memiliki fungsi yang harus dijaga bersama. Playground dirancang khusus untuk anak-anak, sehingga peran orang tua seharusnya berfokus pada pengawasan, bukan mendominasi area bermain.














