Media90 – Aksi premanisme yang sempat viral di media sosial akhirnya berujung penangkapan. Tiga pelaku yang meresahkan pedagang di kawasan Kampung Bali, Tanah Abang, berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Penangkapan ini dilakukan setelah video aksi brutal mereka menghancurkan mangkok bakso milik seorang pedagang beredar luas dan memicu kemarahan publik.
Bermula dari Pungli
Kasus ini bermula saat para pelaku mendatangi pedagang bakso dengan dalih meminta “uang keamanan”. Namun karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, para pelaku melakukan intimidasi dengan merusak peralatan dagang.
Mereka bahkan menghancurkan mangkok bakso hingga berserakan di jalan. Aksi tersebut direkam warga dan kemudian viral di media sosial, sehingga menuai kecaman luas dari netizen.
Polisi Bertindak Cepat
Menindaklanjuti laporan masyarakat serta bukti video yang beredar, tim dari Polsek Tanah Abang langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.
Hasilnya, tiga pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti dan kini telah diamankan di kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Ketiga pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Tanah Abang. Kami tidak memberikan ruang bagi praktik premanisme yang merugikan masyarakat kecil,” ujar pihak kepolisian.
Terancam Hukuman Penjara
Atas perbuatannya, para pelaku terancam dijerat pasal pemerasan dan perusakan barang dengan ancaman hukuman penjara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Pusat, agar tidak takut melaporkan praktik pungutan liar (pungli) maupun tindakan intimidasi.
Kerja sama antara warga dan aparat dinilai penting untuk menjaga keamanan, terutama di kawasan bisnis seperti Tanah Abang.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa tindakan premanisme tidak akan ditoleransi, dan setiap pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.














