Media90 – Insiden keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas. Operasional SPPG Pondok Kelapa 2 resmi dihentikan sementara tanpa batas waktu sebagai respons atas kejadian tersebut.
Puluhan Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi MBG
Peristiwa ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 3 April 2026. Sebanyak 60 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, diare, dan sakit perut.
Para korban telah mendapatkan penanganan medis, dan kondisi mereka kini dilaporkan berangsur membaik.
Kronologi Kejadian
Gejala keracunan mulai terdeteksi sejak Kamis sore (2 April 2026) setelah pihak sekolah melaporkan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
Menu yang dikonsumsi saat itu meliputi:
- Spaghetti bolognese
- Bola daging
- Telur orak-arik tofu
- Sayuran
- Buah stroberi
Temuan Awal: Dugaan Pelanggaran Standar Dapur
Hasil investigasi awal mengungkap adanya sejumlah masalah pada fasilitas dapur penyedia makanan. Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain:
- Tata letak dapur yang tidak sesuai standar
- Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memadai
- Dugaan ketidaksesuaian standar keamanan pangan
Selain itu, BGN juga menduga adanya penurunan kualitas makanan akibat waktu distribusi yang terlalu lama. Jeda antara proses memasak dan konsumsi dinilai berpotensi membuat makanan tidak lagi dalam kondisi layak.
BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Korban
Melalui pernyataan resminya, pihak BGN menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini dan memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap para korban.
Seluruh biaya pengobatan siswa terdampak akan ditanggung oleh BGN sebagai bentuk komitmen dalam penanganan kasus ini.
Kasus ini menjadi perhatian serius dan diharapkan menjadi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek keamanan pangan dan distribusi makanan kepada pelajar.














