Media90 – Media sosial ramai memperbincangkan sebuah video yang memperlihatkan ambulans terhambat dan diminta putar balik di tengah aksi massa. Peristiwa tersebut langsung memicu gelombang kritik dari netizen yang menilai kendaraan darurat seharusnya mendapat prioritas penuh, terlebih saat membawa pasien rujukan yang membutuhkan penanganan medis segera.
Ambulans Bawa Pasien Rujukan Terhenti di Jembatan Baliase
Kejadian itu berlangsung di Jembatan Baliase, Kabupaten Luwu Utara, pada Jumat (23/01/2026). Ambulans diketahui membawa pasien rujukan dari RSUD Kolonodale, Sulawesi Tengah, menuju RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Namun, perjalanan darurat tersebut harus terhenti akibat penutupan Jalan Trans Sulawesi oleh massa aksi. Penutupan jalan dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Diminta Cari “Jalan Tikus”, Warga Sempat Protes
Dalam video yang beredar luas di Instagram dan Facebook, ambulans tampak berhenti cukup lama di lokasi aksi. Massa kemudian meminta sopir ambulans untuk memutar balik dan mencari jalur alternatif atau “jalan tikus” yang jaraknya lebih jauh dan memutar.
Situasi tersebut memicu reaksi warga sekitar. Dalam rekaman video, terdengar suara bernada kecewa yang menyayangkan keputusan massa aksi yang tidak memberikan akses bagi kendaraan darurat.
“Maksudku sy toh kasi lewat mi kasian, inda sampeji itu 10 menit, apalagi dia lagi bawa pasien rujukan itu,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Tak hanya ambulans yang terdampak. Video lain juga memperlihatkan seorang pasien terpaksa ditandu keluar akibat jalan utama ditutup menggunakan bongkahan kayu serta batang pohon yang ditebang oleh massa aksi. Penutupan akses ini membuat proses evakuasi menjadi sulit dan berisiko, mengingat jalur darurat tidak dapat dilalui.
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Hingga Malam
Hingga Jumat malam, blokade di Jembatan Baliase dilaporkan masih terus berlangsung. Arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi lumpuh total, dan kendaraan darurat—including ambulans—tidak dapat melintas secara normal.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan blokade jalan maupun langkah pengamanan agar akses kendaraan darurat tetap bisa dilalui.














