Media90 – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah unggahan yang memperlihatkan tumpukan surat permintaan dana dari berbagai pihak.
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Threads @rgn_10 di platform Threads. Dalam foto yang diunggah, terlihat sejumlah proposal permintaan sumbangan dari berbagai organisasi masyarakat hingga perangkat lingkungan.
Tumpukan surat tersebut disebut sebagai pungutan liar berkedok sumbangan yang, menurut pengunggah, menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha.
Pengusaha Keluhkan Beban Pungutan
Dalam keterangannya, pengusaha tersebut menyampaikan bahwa kondisi seperti ini membuat banyak investor memilih meninggalkan wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah pungutan yang diminta tidak sedikit. Bahkan, hanya untuk tagihan dari tingkat RW saja disebut mencapai sekitar Rp1,4 juta, belum termasuk permintaan dana lain dari berbagai pihak.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat biaya operasional usaha semakin membengkak dan berpotensi menghambat perkembangan bisnis.
Proposal Datang dari Berbagai Pihak
Berdasarkan foto yang dibagikan, terlihat sejumlah kop surat dari berbagai organisasi masyarakat yang berada di wilayah Kalideres dan Kamal.
Menariknya, pungutan ini disebut tidak hanya muncul menjelang hari besar seperti Idul Fitri atau Idul Adha.
Pengusaha tersebut mengaku permintaan dana juga datang secara rutin setiap bulan dengan berbagai alasan, seperti:
- Iuran keamanan lingkungan
- Biaya koordinasi wilayah
- Kegiatan peringatan hari besar
- Dana untuk acara perayaan tertentu
Permintaan Biaya yang Dianggap Tidak Relevan
Hal lain yang membuat pengusaha tersebut merasa keberatan adalah adanya permintaan biaya yang dinilai tidak berkaitan dengan kegiatan usahanya.
Ia mengaku sempat dimintai biaya yang disebut sebagai “kepala kuli”, meskipun perusahaannya tidak menggunakan jasa kuli bongkar muat ataupun tenaga kerja sejenis di lokasi usaha.
Permintaan tersebut dianggap semakin menambah beban biaya yang harus ditanggung pelaku usaha setiap bulan.
Keluhan Disebut Tak Mendapat Solusi
Pengunggah juga mengaku pernah mencoba menyampaikan keluhan terkait pungutan tersebut.
Namun menurutnya, laporan yang diajukan tidak menghasilkan solusi yang jelas. Ia bahkan menduga adanya praktik kerja sama antara oknum tertentu dengan pihak yang melakukan pungutan.
Akibatnya, ia merasa tetap harus membayar berbagai permintaan dana tersebut meskipun telah menyampaikan keberatan.
Netizen Soroti Dampak bagi Iklim Usaha
Viralnya unggahan tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari pengguna internet.
Sebagian netizen menilai praktik seperti ini dapat berdampak buruk terhadap iklim usaha, khususnya bagi pelaku UMKM maupun industri menengah.
Jika pungutan semacam ini terus terjadi, banyak pihak khawatir biaya operasional usaha akan semakin tinggi dan membuat investor enggan menanamkan modal di wilayah tersebut.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat terkait viralnya unggahan tersebut.
Baik pihak kelurahan maupun kecamatan di wilayah Jakarta Barat belum memberikan pernyataan mengenai dugaan praktik pungutan yang dikeluhkan pelaku usaha tersebut.














