Media90 – Sebuah video yang diunggah di TikTok mendadak viral dan menyita perhatian publik. Konten tersebut memperlihatkan seorang siswa kelas 11 SMA yang mengalami kesulitan saat mengerjakan soal matematika di kelas.
Alih-alih fokus pada materi matriks yang tergolong tingkat menengah atas, siswa tersebut justru tampak kebingungan dalam menyelesaikan operasi hitung dasar seperti penjumlahan dan pengurangan. Video ini diunggah oleh akun @mualim_mtk dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut terlihat adanya ketimpangan antara tingkat materi yang diajarkan dengan kemampuan dasar siswa. Padahal, matriks merupakan materi yang membutuhkan pemahaman kuat terhadap konsep berhitung dasar.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan netizen mengenai kesiapan siswa dalam mengikuti kurikulum yang ada. Banyak warganet mengaku terkejut melihat fenomena tersebut, bahkan sebagian menilai hal ini sebagai tanda menurunnya kemampuan dasar siswa saat ini.
Namun, tidak sedikit pula komentar yang justru menyalahkan tenaga pendidik atas kondisi tersebut.
Respons Guru: Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sepihak
Menanggapi kritik tersebut, pemilik akun @mualim_mtk memberikan respons tegas. Ia menilai anggapan yang menyudutkan guru sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab adalah tidak tepat.
Menurutnya, proses pendidikan melibatkan banyak faktor, mulai dari metode pengajaran, lingkungan belajar, hingga motivasi dan kesiapan siswa itu sendiri.
Meski identitas siswa dan lokasi sekolah belum diketahui, video ini memicu diskusi luas yang juga merambah ke platform lain seperti Threads.
Banyak pihak menilai bahwa kasus ini bukan sekadar kejadian individu, melainkan cerminan persoalan yang lebih besar dalam sistem pendidikan.
Salah satu isu yang paling disorot adalah pentingnya penguatan literasi numerasi sejak dini. Tanpa pemahaman dasar yang kuat, siswa akan kesulitan mengikuti materi lanjutan seperti aljabar, matriks, hingga statistika.
Fenomena ini pun menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada sinergi antara guru, siswa, dan lingkungan belajar secara keseluruhan.














