Media90 – Sebuah video yang diunggah oleh akun @zeeyashan.id mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan dugaan kasus makam yang ditimpa makam lain tanpa sepengetahuan keluarga. Video tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet karena dinilai tidak menghormati hak keluarga pemilik makam.
Peristiwa itu disebut terjadi di Pulau Sicanang, kawasan Belawan, yang merupakan bagian dari Medan, Sumatera Utara. Unggahan tersebut pertama kali dipublikasikan pada Kamis, 12 Maret 2026 dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial.
Dalam video yang diunggah, pemilik akun memperlihatkan kondisi makam keluarganya yang sudah berubah. Di atas makam tersebut terlihat telah dibangun makam baru oleh pihak lain. Kondisi ini membuat keluarga terkejut karena mereka mengaku tidak pernah diberi pemberitahuan atau dimintai izin sebelumnya.
Pemilik Akun Ungkap Kekecewaan
Pemilik akun yang diketahui bernama Zeeyashan meluapkan kekecewaannya melalui keterangan video yang diunggah. Ia menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus tegas mengenai peristiwa tersebut.
“Yang mati tidak bisa berbuat, maka yang bernyawa lah yang berpikir dan bertindak.”
Pernyataan tersebut menjadi perhatian banyak warganet karena dinilai menggambarkan kesedihan sekaligus kemarahan keluarga atas kejadian yang mereka alami.
Melalui unggahannya, Zeeyashan juga mengingatkan bahwa tindakan menumpuk makam tanpa koordinasi dengan pihak keluarga merupakan hal yang tidak etis. Ia menegaskan bahwa meskipun orang yang telah meninggal tidak lagi bisa membela diri, keluarga yang masih hidup memiliki tanggung jawab menjaga tempat peristirahatan terakhir mereka.
Viral di Media Sosial
Video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Salah satunya dibagikan ulang di platform Threads oleh akun @har_jurnalis225, sehingga semakin banyak warganet mengetahui kejadian tersebut.
Sejumlah netizen menyuarakan kritik terhadap pengelolaan lahan pemakaman di kawasan tersebut. Banyak yang meminta agar pengelolaan tempat pemakaman di wilayah Belawan, khususnya Pulau Sicanang, dapat diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
Fenomena Makam Tumpang di Wilayah Padat
Kasus makam bertumpuk sebenarnya bukan hal baru di sejumlah daerah dengan keterbatasan lahan pemakaman, terutama di wilayah yang padat penduduk. Dalam beberapa kasus, praktik tersebut memang dilakukan dengan prosedur tertentu serta persetujuan dari keluarga ahli waris.
Namun dalam kejadian yang viral kali ini, pemilik akun menyatakan bahwa pihak keluarga tidak pernah menerima pemberitahuan maupun permintaan izin sebelumnya. Hal inilah yang kemudian memicu konflik serta protes dari keluarga yang merasa hak mereka tidak dihormati.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lahan pemakaman yang lebih tertib serta komunikasi yang baik dengan pihak keluarga sebelum dilakukan pemakaman baru di lokasi yang sama.














