Media90 – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono menyambut positif upaya pemberdayaan atlet penyandang disabilitas intelektual yang digagas Special Olympics Indonesia (SOIna).
Agus menekankan bahwa penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok utama dalam pelayanan sosial oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
“Mudah-mudahan nanti kita bisa berkolaborasi, khususnya untuk memberdayakan saudara-saudara kita para penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas mental atau intelektual. Memang Kemensos memiliki program 12 PAS yang salah satunya adalah untuk para penyandang disabilitas,” kata Agus, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).
Dukungan ini disampaikan Agus saat menerima kedatangan SOIna beserta dua atlet penyandang disabilitas intelektual, Anastasia Aresyenan Bwariat (Tasya) dan Rizka Feryani Ciptaningrum, di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
SOIna merupakan organisasi nirlaba yang fokus pada pelatihan, kompetisi olahraga, serta program non-olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual di Indonesia.
Agus menjelaskan bahwa saat ini Kemensos tengah memperkuat program pemberdayaan sosial bagi kelompok rentan. Bantuan sosial (bansos) yang diberikan diharapkan tidak bersifat pasif, melainkan mampu membentuk masyarakat yang lebih mandiri.
“Kita sedang mendesain supaya bantuan sosial ini kualitatif, menjadikan masyarakat kita berdaya, mandiri, dan tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Agus menekankan pentingnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang diolah oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan dukungan Kemensos dalam proses pemutakhiran data.
Agus menyambut baik rencana kolaborasi Kemensos dengan SOIna untuk mendukung atlet disabilitas intelektual. “Apa yang bisa kita sinergikan antara Kemensos dengan PP Special Olympics Indonesia, supaya ke depan semua kelompok masyarakat ini betul-betul bisa terjangkau oleh negara,” kata Agus.
Direktur Operasional SOIna Amran Siregar menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga mengembangkan bakat dan kemampuan para atlet di luar lapangan. “Di Special Olympics, ujungnya olahraga, tetapi peran non-olahraganya kental sekali. Kita juga membina jaringan keluarga agar anak-anak tidak disembunyikan,” jelas Amran.
SOIna akan menggelar Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Oktober 2026. Amran berharap pemerintah memberikan dukungan dalam seleksi nasional untuk menentukan atlet yang akan mewakili Indonesia pada Special Olympics World Summer Games 2027 di Chile.
Atlet Disabilitas Sampaikan Keinginan Bertemu Presiden
Dalam kesempatan itu, Tasya menyampaikan keinginannya untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dan berharap Presiden hadir pada gala dinner Mei 2026, yang merupakan ajang penggalangan dana bagi atlet peserta Pesonas.
“Saya ingin bertemu Presiden Prabowo Subianto. Tolong berkenan hadir di gala dinner dan berikan dukungan sebesar-besarnya pada kami untuk mengikuti Pesonas di Kupang, NTT, bulan Oktober 2026,” ujar Tasya.
Mendengar permintaan tersebut, Agus berjanji akan menyampaikan keinginan Tasya kepada Presiden dan memberikan dukungan penuh untuk persiapannya.
“Terima kasih, Tasya. Semangat ya, semangat. Sukses,” pesan Agus.














