Media90 – BAIC Indonesia mengumumkan rencana menghadirkan dua mobil listrik baru di pasar Tanah Air pada tahun 2026. Salah satu model andalannya, BAIC X1, akan bersaing di segmen small hatchback listrik, langsung menantang Build Your Dreams (BYD) Atto 1.
Dhani Yahya, Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, menjelaskan bahwa BAIC X1 akan dibanderol mulai dari Rp300 jutaan, dengan harga kompetitif di kisaran Rp380–400 juta untuk varian tertentu. “Ini yang mungkin bisa menjadi volume maker kami. Kami coba positioning-kan memang kompetitif dengan Atto 1 pricing-nya,” ujar Dhani dalam acara BAIC Media Iftar and Office Warming 2026 di BAIC Tower, Tangerang, Kamis (5/3/2026).
Arcfox T1, Mobil Listrik Kelas Menengah untuk Indonesia
Model kedua yang akan diperkenalkan adalah Arcfox T1, bagian dari sub-brand BAIC yang fokus pada kendaraan listrik premium. Arcfox T1 menempati segmen medium hatchback listrik, bersaing dengan BYD Dolphin dan Wuling Cloud EV.
“Arcfox T1 telah sukses di pasar asalnya, dan kami yakin kesuksesan ini akan dibawa ke Indonesia dengan berbagai keunggulan yang dimiliki mobil ini. BAIC Indonesia akan menawarkan harga kompetitif yang sebanding dengan kualitas Arcfox T1,” jelas Dhani. Harga yang dipatok untuk Arcfox T1 diperkirakan antara Rp360–420 juta.
Dhani menambahkan, Arcfox T1 akan diperkenalkan ke media pada bulan Juni, sebelum resmi diluncurkan dan mulai dikirim ke konsumen saat ajang GIIAS 2026. Sedangkan BAIC X1 dijadwalkan meluncur pada kuartal empat 2026.
BJ30 HEV Versi CKD, Produksi Lokal di Purwakarta
Selain dua mobil listrik baru, BAIC juga menyiapkan BJ30 HEV versi CKD (Completely Knocked Down). Sebelumnya model ini sudah hadir di GIIAS 2025 dalam versi CBU (Completely Built Up).
Dhani menegaskan bahwa harga BJ30 HEV versi CKD tetap sama dengan versi CBU yang telah disubsidi. “Sebenarnya itu harga CKD. Jadi, tidak akan ada perubahan harga untuk BJ30 HEV CKD,” katanya.
BJ30 HEV versi CKD akan diproduksi lokal di pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat. Produksi dimulai pada Juli 2026, setelah tim melakukan training di China dan set-up fasilitas produksi termasuk sistem dan peralatan.
Strategi BAIC di Indonesia
Dengan menghadirkan dua mobil listrik baru dan BJ30 HEV CKD, BAIC menunjukkan strategi ekspansi agresifnya di pasar otomotif Indonesia, memadukan kendaraan listrik entry-level, medium, serta SUV hybrid. Kehadiran model-model ini sekaligus menegaskan niat BAIC untuk bersaing di segmen kendaraan listrik, khususnya melawan pemain seperti BYD dan Wuling.














