Media90 – Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, memberi sinyal kuat bahwa model hibrida plug‑in BYD Denza B5 berpotensi dijual di Indonesia. Namun, perusahaan menegaskan bahwa statusnya saat ini masih berupa rencana yang “sangat mungkin” dan belum menjadi keputusan final.
Meski begitu, pernyataan dari jajaran manajemen regional dan BYD Indonesia menunjukkan keseriusan perusahaan. Pasar Indonesia dianggap sebagai salah satu pilar penting ekspansi kendaraan elektrifikasi BYD di kawasan Asia Pasifik.
BYD Denza B5, “Sangat Mungkin” Hadir di Tanah Air
Dalam sesi dengan media otomotif Indonesia, Kamis (15/1/2026), Liu Xueliang, General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, mengungkap bahwa BYD tengah mempertimbangkan membawa B5 ke Indonesia dengan teknologi hibrida plug‑in Dual Mode (DM).
“Peluang kehadiran BYD B5 di Tanah Air sangat mungkin terjadi. Ini sejalan dengan strategi perusahaan memperluas portofolio produk elektrifikasi di kawasan,” ujar Liu.
Meski demikian, Liu menekankan agar informasi ini tidak diberitakan sebagai keputusan final. “Permintaan ini menunjukkan sikap hati‑hati BYD dalam mengelola ekspektasi publik, karena peluncuran model baru sangat bergantung pada kesiapan produk, regulasi, dan kondisi pasar,” jelasnya.
Komitmen BYD pada Teknologi DM
Teknologi Dual Mode (DM) menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik dan sistem baterai canggih, sehingga menghadirkan efisiensi bahan bakar, performa, dan fleksibilitas penggunaan. Liu menegaskan bahwa BYD berkomitmen menggunakan inovasi teknologi untuk menyediakan lebih banyak pilihan kendaraan bagi konsumen Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan, praktis, bertenaga, dan efisien. Teknologi DM memungkinkan mobil beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan dan gaya berkendara,” ungkap Liu.
Test Drive sebagai Bukti Teknologi
Dalam kesempatan itu, media dan undangan berkesempatan mencoba teknologi DM langsung di lintasan uji, termasuk rute offroad dan sand climbing yang menantang torsi dan kontrol traksi. Liu menekankan, pengalaman test drive ini bukan sekadar promosi, tetapi edukasi agar konsumen memahami keunggulan teknologi BYD secara nyata.
Kehati‑hatian BYD dalam Memberikan Informasi
Salah satu pesan penting Liu kepada media adalah “jangan ditulis sudah pasti” soal kehadiran Denza B5 di Indonesia. Statusnya masih berupa kemungkinan tinggi, dengan keputusan final menunggu kesiapan produk, jaringan penjualan, dan purna jual.
Peran BYD Indonesia
Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, turut hadir mendampingi Liu. Kehadiran Zhao menunjukkan dukungan BYD terhadap pasar nasional. Tim BYD Indonesia memegang peran penting dalam memetakan kebutuhan konsumen lokal, mulai dari harga, fitur, hingga layanan purna jual, untuk memastikan daya saing Denza B5 jika diluncurkan.
Peluang dan Tantangan di Pasar Nasional
Jika Denza B5 resmi hadir, model ini diperkirakan akan menempati segmen strategis kendaraan hibrida plug‑in, memadukan efisiensi bahan bakar, elektrifikasi, dan kenyamanan berkendara.
Indonesia menjadi pasar potensial karena konsumen semakin terbuka pada kendaraan ramah lingkungan, terutama di kota besar dengan kemacetan tinggi dan biaya bahan bakar mahal. Namun, tantangannya juga besar: persaingan dengan merek yang sudah dikenal, keandalan teknologi baru, ketersediaan suku cadang, hingga edukasi pasar terkait perbedaan hibrida biasa, plug‑in, dan mobil listrik murni.
Menanti Kepastian Peluncuran
Hingga saat ini, BYD belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran atau spesifikasi lengkap Denza B5 untuk Indonesia. Liu menyatakan bahwa perusahaan masih meninjau waktu peluncuran agar semua persiapan matang.
Meskipun belum resmi, bocoran ini menunjukkan bahwa peluang kehadiran BYD Denza B5 di Indonesia cukup besar. Jika direalisasikan, kendaraan ini akan menjadi pemain serius di segmen hibrida plug‑in, menawarkan teknologi DM yang sudah teruji di berbagai negara, dan menambah pilihan ramah lingkungan bagi konsumen Tanah Air.














