OTOMOTIF

BYD Perkenalkan Baterai Blade Generasi ke-2, Teknologi Isi Daya 5 Menit dengan Jarak Tempuh 1.000 Km

41
×

BYD Perkenalkan Baterai Blade Generasi ke-2, Teknologi Isi Daya 5 Menit dengan Jarak Tempuh 1.000 Km

Sebarkan artikel ini
Baterai Blade Gen-2 dari BYD Resmi Meluncur, Charging 5 Menit Jarak Tempuh 1.000 Km
Baterai Blade Gen-2 dari BYD Resmi Meluncur, Charging 5 Menit Jarak Tempuh 1.000 Km

Media90 — Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi memperkenalkan Baterai Blade Generasi ke-2 yang dipadukan dengan sistem pengisian daya super cepat bernama FLASH Charging. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat proses pengisian baterai mobil listrik sekaligus meningkatkan efisiensi kendaraan dalam berbagai kondisi cuaca.

Inovasi tersebut hadir untuk menjawab dua tantangan utama dalam industri kendaraan listrik, yakni lamanya durasi pengisian daya serta penurunan performa baterai saat menghadapi suhu dingin ekstrem.

Ads
close ads

Chairman dan President BYD, Wang Chuanfu, menyatakan bahwa industri otomotif global perlu segera mengatasi kendala tersebut agar adopsi kendaraan listrik semakin luas.

Menurutnya, teknologi terbaru ini dirancang agar pengalaman mengisi daya mobil listrik bisa secepat mengisi bahan bakar di SPBU konvensional. Dengan demikian, kekhawatiran konsumen mengenai antrean panjang di stasiun pengisian daya saat musim liburan atau musim dingin dapat diminimalkan.

Rekor Baru: Pengisian Daya Hanya 5 Menit

Sistem FLASH Charging yang diperkenalkan oleh BYD mencatatkan rekor baru dalam hal kecepatan pengisian baterai mobil listrik.

Baca Juga:  Perbarui Tahun 2024: Telusuri Perubahan Besaran Pajak Progresif untuk Kendaraan Bermotor

Berdasarkan data teknis perusahaan, baterai dapat terisi dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu lima menit. Sementara itu, untuk mencapai 97 persen kapasitas baterai, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar sembilan menit.

Selain cepat, teknologi ini juga dirancang tetap efisien dalam kondisi cuaca ekstrem.

Selama ini, salah satu masalah utama mobil listrik adalah durasi pengisian yang meningkat drastis ketika suhu udara sangat rendah. Namun pada teknologi terbaru ini, bahkan pada suhu minus 30 derajat Celsius, proses pengisian hanya sekitar tiga menit lebih lambat dibandingkan pengisian pada suhu normal.

Inovasi tersebut dinilai penting bagi pengguna kendaraan listrik yang tinggal di wilayah dengan musim dingin ekstrem.

Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km

Setelah melalui proses riset selama sekitar enam tahun, Baterai Blade Generasi ke-2 memiliki kepadatan energi sekitar lima persen lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca Juga:  Pameran Mobil Listrik BYD Menggelar Sapaan Hangat di Mal Terdekat! Temukan Lokasinya!

Teknologi ini mulai diterapkan pada kendaraan premium seperti Denza Z9GT. Berkat kombinasi baterai baru dan desain bodi yang lebih ringan, mobil tersebut mampu menempuh jarak hingga 1.036 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Meski menghadirkan performa yang lebih tinggi, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan baterai tersebut.

BYD membekali baterai ini dengan sistem manajemen panas pintar yang mampu membuang panas secara efisien selama proses pengisian daya cepat berlangsung.

Perusahaan juga mengklaim bahwa baterai tersebut telah melewati berbagai uji keselamatan ekstrem yang bahkan melampaui standar nasional di Tiongkok.

Infrastruktur FLASH Charging Station

Untuk mendukung teknologi baterai tersebut, BYD juga mengembangkan jaringan FLASH Charging Station.

Stasiun pengisian ini memiliki daya keluaran hingga 1.500 kW per konektor, memungkinkan kendaraan listrik melakukan pengisian energi dalam waktu sangat singkat.

Menariknya, sistem ini dirancang agar tidak membebani jaringan listrik lokal. Setiap stasiun dilengkapi sistem penyimpanan energi internal berkapasitas tinggi, sehingga lonjakan daya saat pengisian cepat tidak langsung membebani jaringan listrik di sekitarnya.

Baca Juga:  Memburu Prestasi: Jejak Perjalanan Merek BYD dalam Dunia Otomotif Sejak 2005

Dari sisi desain, fasilitas pengisian juga dibuat lebih praktis melalui teknologi Zero-Gravity dengan katrol berbentuk T.

Teknologi ini membuat kabel pengisian terasa jauh lebih ringan dan tidak menyentuh tanah, sehingga pengguna dapat menghubungkan konektor ke kendaraan dengan lebih mudah.

Target Ekspansi Global

BYD menargetkan pembangunan sekitar 20 ribu stasiun FLASH Charging di seluruh wilayah daratan Tiongkok.

Langkah ekspansi berikutnya akan dimulai pada akhir 2026, ketika jaringan pengisian daya ini mulai diperluas ke pasar global.

Menariknya, jaringan stasiun pengisian tersebut nantinya akan dibuka untuk umum, sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai kendaraan listrik untuk mempercepat transisi menuju transportasi ramah lingkungan di berbagai negara.

Dengan teknologi pengisian ultra cepat, jarak tempuh lebih dari 1.000 km, serta dukungan infrastruktur yang masif, inovasi terbaru dari BYD ini berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan industri mobil listrik dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *